Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

KKP Akan Bangun Tambak Udang Berkelanjutan di Lima Wilayah

Ilustrasi: Tambak udang. (Istimewa)

Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan peningkatan nilai ekspor udang nasional sebesar 250 persen hingga tahun 2024.

JAKARTA - KABARE.ID: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun tambak udang model klaster berkelanjutan di lima lokasi yakni, Kabupaten Aceh Timur, Lampung Selatan, Cianjur Jawa Barat, Kabupaten Buol Sulawesi Tengah dan Sukamara Kalimantan Tengah. 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP,  Slamet Subiakto mengungkapkan, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah merupakan salah satu lokasi yang terpilih dari lima lokasi secara nasional mendapatkan kegiatan prioritas KKP berupa program klaster tambak udang tahun 2020.

Pihaknya membangun percontohan model klaster tambak udang di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara menggunakan lahan tambak masyarakat seluas ± 5 Ha bermitra dengan pokdakan mina barokah sebagai pelaku utama budidaya. Dengan total sebanyak 21 kolam terdiri dari 18 kolam produksi, 2 tandon air dan 1 kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Dan akhir bulan Desember kemarin telah kita lakukan tebar benur udang vaname dengan padat tebar 70 ekor per m2. Program percontohan klaster tambak udang ini diharapkan menjadi rintisan dalam pengembangan budidaya udang di Kabupaten Sukamara. Dan menjadi magnet agar masyarakat kembali antusias berbudidaya udang”, ujar Slamet di Jakarta,  Kamis (7/1/2021).

“Untuk itu, melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, saya meminta agar terus memberikan pendampingan teknis guna keberhasilan dari program ini. Keberhasilan dari program ini sangat penting, karena disamping mengejar target produksi, juga agar masyarakat terutama di Kabupaten Sukamara mulai kembali berbudidaya udang”, lanjut Slamet.

Lebih jauh Slamet menyampaikan bahwa mengingat, di Kabupaten Sukamara ini masih sangat sedikit yang berbudidaya udang, i mengapresiasi langkah Syarial, seorang petambak mandiri yang memulai berbudidaya udang vaname intensif berlokasi di Desa Cabang Barat, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara dengan binaan teknis budidaya dari BBPBAP Jepara.

“Saya sangat mengapresiasi dengan usahanya yang mandiri dan berhasil panen sebanyak 9 ton dengan size 45, masa pemeliharaan 104 hari dengan padat tebar 100 ekor/m2 dan kelangsungan hidup (SR) 90 persen,” tutur Slamet.

dijelaskannya, karena, selama proses budidaya, tambak udang mampu menjadi kegiatan padat karya bagi masyarakat setempat. Tahap konstruksi pembuatan tambak milik Syarial ini dengan tenaga sekitar kurang lebih 150 orang, tahap pemeliharaan sekitar 10-20 orang dan tenaga panen udang di petakan, tenaga sortir udang sekaligus packing di atas truk sekitar kurang lebih 50 orang tenaga dan tenaga kerjanya merupakan penduduk asli Desa Cabang Barat.

“Yang kami inginkan dari adanya program percontohan model klaster tambak udang berkelanjutan pun demikian. Mampu memberikan manfaat banyak bagi masyarakat. Terbukanya lapangan pekerjaan, pendapatan pembudidaya meningkat sehingga menggairahkan ekonomi daerah pada khususnya, dan perekonomian nasional pada umumnya”, papar Slamet.

Sementara itu, Bupati Sukamara, Windu Subagyo, mengucapkan terimakasih kepada KKP, karena memasukan Sukamara sebagai program prioritas pusat. Baginya, suatu kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Sukamara, karena telah terbangun dan ditebar perdana benur udang vaname pada akhir tahun 2020 kemarin. 

“Kami siap menjadikan Sukamara menjadi daerah yang berpotensi untuk dikembangkan kembali budidaya udang dengan pola klaster berkelanjutan di tambak masyarakat dan sangat berterima kasih dan apresiasi atas berbagai bentuk bantuan yang diberikan. Atas nama Pemda Sukamara kami siap mengemban amanah tersebut untuk mensupport peningkatan produksi udang nasional”, tegas Windu.

Lebih jauh Bupati Windu juga mengucapkan selamat dan bangga atas keberhasilan dengan usaha mandiri yang dilakukan oleh tambak masyarakat binaan dari BBPBAP Jepara dan Dinas kelautan dan perikanan Sukamara yang berhasil panen perdana sebanyak 9 ton.

“Dengan panen perdana ini bisa menjadi pemicu semangat masyarakat Sukamara untuk lebih giat dan bersemangat untuk bersama-sama membangun budidaya tambak udang dan kita harus kompak untuk mengembangkan potensi yang ada di Sukamara agar perikanan budidaya menjadi semakin berkembang”, jelas Windu.

Sedangkan Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo menambahkan panen udang vaname perdana di tambak masyarakat binaan BBPBAP Jepara ini diharapkan sebagai awal kemajuan budidaya udang di Sukamara. Dan panen perdana ini merupakan upaya kita untuk meningkatkan produksi udang nasional tapi dengan tetap menjaga keberlanjutan dan ramah lingkungan serta meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama di Kabupaten Sukamara.

“Semoga dengan pendampingan teknis dari BBPBAP Jepara bisa meningkatkan perkembangan budidaya udang di Sukamara sehingga kedepannya Sukamara dapat menjadi salah satu kawasan budidaya udang nasional”, tutur Sugeng.

Kepala BBPBAP Jepara juga berbangga kepada Syarial dengan tahap awal modal mandiri terbangun 3 petak budidaya dengan luasan @1.500 m2, 1 petak tandon luasan 2.000 m² dan 1 petak saluran buang sekaligus pengolah air buangan dengan luas 1.000 m². Dengan luas petakan budidaya udang 4500 m2 mampu menghasilkan panen udang sebanyak 9 ton, hasil yang sangat luar biasa.

“Selain itu, BBPBAP Jepara sebagai penanggung jawab tambak udang model klaster di Kabupaten Sukamara. Berharap adanya percontohan tambak udang berkelanjutan ini mampu menjadi pendorong tumbuh dan berkembangnya kemajuan budidaya udang di kabupaten Sukamara. Sekaligus juga sebagai center of knowledge bagi petambak disekitar agar mampu berbudidaya secara baik dan benar, mengedepankan konsep ramah lingkungan serta berkelanjutan”, terang Sugeng.

Atas keberhasilannya, Syarial petambak udang di Sukamara mengucapkan terima kasih atas binaan dari BBPBAP Jepara, sehingga tambaknya bisa melakukan panen perdana.

“Kami akan terus semangat kembangkan budidaya udang dengan selalu menjalankan kaidah kaidah cara budidaya ikan yang baik. Diantaranya seperti memperhatikan daya dukung lahan, menyiapkan tandon air, memiliki sarana IPAL, mengecek kualitas air dan menerapkan biosecurity merupakan syarat mutlak agar budidaya sukses dan berlangsung panjang. Kami berharap dengan tambak rakyat ini bisa menjadi harapan bagi masyarakat Sukamara terutama dalam hal penyediaan lapangan kerja kedepannya”, tegas Syarial. (*)

 

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post