Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

KKI Diharapkan Mampu Mengubah Budaya Intoleransi di Indonesia

Acara Pra Kongres Kebudayaan Indonesia III di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (27/11/2018). (Foto: Kemdikbud)

Tahun ini penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) akan diselenggarakan pada 5—9 Desember 2018. Kongres ini menjadi salah satu wujud implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

JAKARTA-KABARE.ID: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, dewasa ini banyak ditemukan budaya intoleransi yang muncul di kalangan masyarakat.

“Saat ini kita menghadapi berbagai persoalan budaya, yang paling mendasar adalah munculnya budaya intoleransi.. Segala macam bentuk intoleransi dan sikap negatif yang mengarah kepada tindakan intoleransi menjadi tantangan kita semua,” tegas Mendikbud dalam acara Pra Kongres Kebudayaan Indonesia III di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Ia menuturkan, tantangan terhadap kebudayaan nasional tersebut hanya dapat dijawab apabila kebudayaan ditempatkan sebagai hulu pembangunan.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan, sebelum KKI 2018 diselenggarakan, Kemendikbud telah menerima rumusan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) dari pemerintah daerah. Hingga saat ini, sudah ada 279 kabupaten/kota yang mengirimkan PPKD.

Peserta KKI 2018 terdiri dari berbagai kalangan yang menjadi pelaku budaya, dari seniman, budayawan, jurnalis, hingga anak muda.

KKI 2018 diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat dalam praktik budaya sehari-hari. Harapannya, lewat perubahan paradigma itu, bangsa Indonesia dapat semakin mengapresiasi keberagaman budaya bangsa dan meneruskannya pada generasi bangsa lewat pendidikan yang bernafaskan kebudayaan. (rls/bas)
 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post