Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Kisah Guru SMP yang Bagikan Buku di Pedalaman Papua

Presiden Jokowi mengundang pegiat literasi ke Istana Presiden

Misbach melihat adanya 10 sampai 11 persen rendahnya daya membaca dan menghitung siswa baru tiap tahunnya.

JAKARTA-KABARE.CO : Kesadaran literasi yang rendah di kalangan pelajar termasuk di daerah pedalaman membuat prihati banyak pihak termasuk Presiden Jokowi sendiri. Dia pun berinisiatif mengundang para pegiat literasi ke Istana.

Saat Presiden Jokowi meminta salah seorang guru menceritakan pengalaman tersebubt, seorang guru SMP dari Papua Misbach Subakti berbagi inspirasi ke presiden. Dia melayani anak-anak di pedalaman Papua untuk bisa membaca dan menulis.

Misbach menceritakan bagaimana awal mulanya ia bisa memiliki tekad memberikan layanan buku kepada anak-anak di pedalaman Manokwari, Papua. Sebagai pengajar di salah satu sekolah di Kabupaten Manokwari, Misbach melihat adanya 10 sampai 11 persen rendahnya daya membaca dan menghitung siswa baru tiap tahunnya.

"Saya coba dengan guru-guru yang berpandangan dan berpihak kepada saya untuk intervensi ke tengah masyarakat dengan pendekatan budaya," ujar Misbach.

Setelah itu Misbcah berinisiatif bergerak keluar masuk kampung membawa buku untuk dibagikan ke siswa. Dia berharap kalau upayanya itu bakal membuat generasi muda di Papua pedalaman menjadi melek membaca.

Presiden Jokowi merasa penasaran dengan cerita Misbach. Ia kemudian bertanya bagaimana caranya Misbach dan rekan-rekannya membagikan buku di pedalaman. "Jadi ini ditampung, lalu datangi anak-anak atau anak-anak bagaimana?" kata Jokowi.

"Iya bapak, di kampung bagi kami masyarakat desa ada namanya Parapara. Jadi parapara di situ tempat anak-anak bisa bermain tanpa masuk ke teras rumah, tanpa takut dengan teras kotor. Jadi para relawan datang mendakati anak-anak yang sedang bermain di Parapara," kata Misbach.

Parapara yang dimaksud Misbach itu yakni semacam tempat duduk atau dikenal dengan nama Bale bagi masyarakat adat Betawi. "Jadi dengan begitu anak tidak kaku harus membaca buku. Kalau ke perpustakaan anak-anak merasa asing, takut lantai kotor, buku rusak sehingga mereka menjauh karena merasa perpustakaan bukan milik meraka," ucap Misbach.

Jokowi kembali bertanya kepada Misbach mengenai koleksi buku yang ia miliki. Misbach menjelaskan saat ini pihaknya memiliki sekira 3.000 koleksi buku dan telah melayani 5 distrik atau kecamatan dengan berbagai moda angkutan.

Tantangan yang dimiliki Misbach saat ini adalah adanya kecemburuan dari daerah lain yang belum terlayani.

"Tantangan kita disana, satu daerah di layani, daerah lain cemburu, sehingga ada sekitar 3 kabupaten lain minta supaya noken pustaka mampu melayani mereka," kata Misbach.

Usai berdialog dengan puluhan pegiat literasi atau minat membaca, Presiden kemudian menginstruksikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi untuk mengirimkan minimal 10 ribu buku ke daerah yang memerlukan.

"Oleh sebab itu tadi saya sudah memerintahkan kepada Mendikbud agar di setiap titik-titik itu dikirim paling tidak minimal 10 ribu buku," ujar Jokowi.

Jokowi mengungkapkan dari hasil dialognya bersama para pegiat minat membaca, ia mendapatkan informasi bahwa masih ada yang kekurangan buku. "Karena ada punya 100 tapi ada juga yang punya 7 ribu. Ada punya 200, tapi ada juga yang punya 5 ribu," kata Jokowi.(al)

Ali

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post