Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Kinerja Penyandang Disabilitas dan Normal Tidak Berbeda

Rosma Handayani, Senior Vice President Human Capital Service Group Bank Mandiri, saat menghadiri pembentukan JBDI di Jakarta. (Kabare.co/ Baskoro)

Sampai saat ini, Bank Mandiri telah mempekerjakan 41 penyandang disabilitas dengan bidang pekerjaan sebagai agen contact center dan back-office. Dalam kesehariannya, pegawai penyandang disabilitas tidak dibedakan dan terlibat dalam kegiatan internal seperti pegawai lainnya.

Jakarta - Sejalan dengan Employee Value Proposition Bank Mandiri, Spirit Memakmurkan Negeri, Bank Mandiri memiliki program Mandiri Sahabat Difabel yang membuka kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk bekerja di perseroan. Sampai saat ini, Bank Mandiri telah mempekerjakan 41 penyandang disabilitas dengan bidang pekerjaan sebagai agen contact center dan back-office. Dalam kesehariannya, pegawai penyandang disabilitas tidak dibedakan dan terlibat dalam kegiatan internal seperti pegawai lainnya.

Rosma Handayani, Senior Vice President Human Capital Service Group Bank Mandiri menjelaskan, para penyandang disabilitas pada dasarnya memiliki kemampuan yang sama dengan pegawai normal. Bank Mandiri memandu penyandang disabilitas untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui program-program yang juga diberikan untuk pegawai normal.  Para penyandang disabilitas dapat mengembangkan kemampuannya secara berkelanjutan.

Kinerja antara penyandang disabilitas dan pegawai normal tidak memiliki perbedaan. Bank Mandiri hanya memudahkan mobilitas para pegawai berkebutuhan khusus di tempat kerja.

Penyandang disabilitas juga sangat profesional. Karena mereka mendapatkan training sama dengan karyawan normal. Awal bekerja memang diberikan pairing (ditandemkan). Setelah itu, dibiarkan berkembang. Memang peralatan dan ruang kerja diberikan yang pas dengan mereka agar bisa nyaman bekerja.

Komitmen Bank Mandiri dalam memberikan layanan perbankan yang merata bagi seluruh masyarakat juga terus diimplementasikan. Salah satunya adalah menyediakan layanan perbankan bagi nasabah berkebutuhan khusus, baik penyandang disabilitas maupun lanjut usia.

Secara simbolis, peresmian cabang ramah disabilitas ini diresmikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama Direktur Utama Bank Mandiri di Jakarta, Selasa (6/11). Pada tahap awal, sebanyak 5 cabang yang terletak di Jakarta dan Semarang akan dikembangkan menjadi cabang yang ramah bagi masyarakat penyandang disabilitas.

Harapannya melalui komitmen ini, seluruh masyarakat dapat dengan mudah datang ke kantor Bank Mandiri dan mendapatkan layanan keuangan serta produk-produk perbankan lainnya.

Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post