Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Ketum PWI Berharap Presiden Hadiri Kongres PWI 2018 di Solo

Ketua Umum PWI Margiono menjawab pertanyaan pers seputar persiapan Kongres XXIV PWI di Solo, akhir September mendatang. (Foto: kabare.id/ysh)

Diadakan di Solo karena di kota itulah tempat lahirnya organisasi wartawan Indonesia, yang kemudian bernama PWI.

JAKARTA-KABARE.ID : Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi wartawan terbesar di Tanah Air, sudah diambang pintu. Ketua Umum PWI Margiono berharap Presiden Repubik Indonesia Djoko Widodo hadir, dan memberikan masukan terhadap dunia jurnalistik ke depan, untuk menjawab tantangan kebangsaan.

"Kami berharap Bapak Presiden Joko Widodo berkenan hadir pada Kongres XXIV PWI 2018 di Solo. Apalagi kongres kali ini digelar di Solo, kota tempat lahirnya wadah organisasi PWI," ujar Margiono saat menyampaikan keterangan pers di Kantor PWI Pusat, Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (12/9). Margiono didampingi Ketua Panitia Penyelenggara Ilham Bintang dan Ketua Panitia Pelaksana Rita Sri Hastuti.

BACA JUGA : Wapres Jusuf Kalla Soroti Politik Identitas

Menurut Rita Sri Hastuti, Kongres PWI yang akan berlangsung di Solo, Jawa Tengah pada 27-30 September 2018, akan diikuti oleh 34 Pengurus PWI Provinsi se-Indonesia, dan PWI Solo sebagai cabang istimewa karena historis. Delegasi setiap cabang (provinsi) terdiri dari 3 orang : Ketua, Sekretaris, dan Ketua Dewan Kehormatan. Ditambah peninjau, yang terdiri dari Dewan Pers, hingga para pimpinan organisasi wartawan. Jumlah peserta dan peninjau sekitar 150 orang.

Rita menjelaskan bahwa rangkaian acara di kota Solo nanti bukan hanya sekedar Kongres untuk memilih Ketua Umum PWI yang baru. Tetapi, peserta Kongres dibekali dengan dua sarasehan yang digelar di dua lokasi yang berbeda.

"Sarasehan pertama bertema Yang Muda Yang Berkarya: Generasi Milenial Optimis Menatap Perubahan" di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Kemudian dilanjutkan sarasehan bertema "Pers Kebangsaan dan Pembangunan di Era Digital di Monumen Pers" dengan pembicara Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah, Oesman Sapta Odang (Ketua DPD RI) dan Joko Supriyono (Ketua Umum GAPKI)," jelasnya. Dan pada akhir kongres, diadakan malam syukuran, dengan berbagai atraksi seni budaya, diantaranya wayangan dan baca puisi dari kalangan internal wartawan. (ysh)

 

Yusuf Susilo Hartono

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post