Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Kesan Gordon Ramsay Syuting di Sumatera Barat

Gordon Ramsay saat belajar membuat rendang di Sumatera Barat. (Foto: Instagram William Wongso)

Dalam petualangannya di Sumatera Barat, Gordon Ramsay sempat memerah susu kerbau yang berakhir dengan dirinya terkena kotoran kerbau. Ia juga sempat mencoba pacu jawi, sejenis balapan sapi jantan tradisional Minang di sebuah sawah penuh lumpur.

JAKARTA - KABARE.ID: Koki kenamaan dunia Gordon Ramsay mengaku tak sabar untuk menaruh rendang sapi khas Minang dalam menu restorannya yang ada di London, Inggris. Hal itu ia ungkapkan selepas menjalani syuting untuk acara Gordon Ramsay: Uncharted Season 2 episode Sumatra's Stunning Highlands di Sumatera Barat, Januari 2020 lalu.

Dilansir dari The Jakarta Post, saat itu Gordon Ramsay sedang menjalani adu memasak bersama pakar kuliner Indonesia, William Wongso. Keduanya membuat rendang dan beberapa hidangan khas Minang lainnya untuk kemudian disajikan dan dinilai oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Chef dengan bintang Michelin berusia 52 tahun ini berusaha membuat dan menyajikan rendang sapi khas Minang, terung balado, dan ikan goreng dengan saus rendang.

Ia juga menyajikan makanan penutup berupa dadiah yang disajikan bersama ketan dan durian utuh. “Kuliner Indonesia seringkali sulit diterjemahkan dan mereka tertutupi dengan pemandangan Indonesia yang menakjubkan," jelas Ramsay pada The Jakarta Post.
 
Ramsay kagum akan banyaknya variasi rendang dan bagaimana semua varian tersebut dapat berkumpul menjadi satu. "Kami tidak punya hidangan seperti itu di Inggris. Kami punya Lancashire hotpot di utara, tapi kami tidak punya 20 versi berbeda,” lanjut Ramsay.
 
“Dan hal baik tentang esensi makanan di sini adalah kelestariannya. Orang lokal membeli bahan masakan segar setiap hari. Terakhir kali saya mengalami hal semenarik itu adalah ketika saya di Vietnam,” jelasnya.
 
Dalam petualangannya di Sumatera Barat yang tayang pada Senin (29/6/2020), Ramsay sempat memerah susu kerbau yang berakhir dengan dirinya terkena kotoran kerbau. Ia juga sempat mencoba pacu jawi, sejenis balapan sapi jantan tradisional Minang di sebuah sawah penuh lumpur. Ia bekerja sebagai pekerja kapal di laut terbuka, dan mengeksplor goa penuh kelelawar demi mencari udang raksasa.
 
“Satu minggu yang menakjubkan di sini. Sedikit berbahaya, berusaha untuk menunggangi sapi jantan tersebut sangat sulit. Memerah kerbau pagi ini untuk yoghurt juga sangat sulit. Selain itu berpetualang dengan orang-orang lokal dan memancing dengan jaring yang luar biasa itu; aku pikir perahu itu benar-benar lebih tua dariku, dibangun pada 1940-an,” kata Ramsay sambil tertawa.
 
Pertama kali mengunjungi Indonesia, ia mendeskripsikan negara ini dengan “menakjubkan” dan “sangat indah”, walaupun ia mengungkapkan jalanannya bisa “sedikit gila”. “Aku masih sulit mencerna ketika melewati motor dan ada empat orang di atasnya dan tidak ada satu pun yang menggunakan helm. Namun Indonesia memiliki budaya yang luar biasa, sangat mandiri,” katanya.
 
Ramsay mengaku mencoba banyak camilan lokal Sumatera Barat, dari bika hingga durian. Ia mengaku sangat menyukai bika. Ia juga menikmati berkunjung ke pasar tradisional.  Di luar acara tersebut, Ramsay mendeskripsikan Uncharted sebagai keluar dari sisi mewah atraksi wisatawan dan benar-benar masuk ke jantung negara. Belajar dari bawah karena ia benar-benar tak tahu apa pun. “Jadi saya tahu bahwa saya akan “dihajar” oleh William Wongso. Ia berusia 73 tahun, dan telah memasak selama enam dekade. Ia tahu 200 versi rendang," kata Ramsay.
 
Ia bercerita William membawakan daun kunyit pada pagi hari, menggulungnya dan mengikatnya jadi pita. William lalu meminta Ramsay memasukkannya ke dalam rendang saya. "Saya bilang, kenapa? Ia bilang, percaya saja padanya. Jadi dua jam kemudian daun tersebut membuat rendang saya lebih wangi. Saya sangat beruntung bisa jadi murid untuk seseorang seperti William,” kata Ramsay. (*)
 
 
 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post