Monday 8 May 2015 / 22:03
  • Hingga Selasa (31/3), 1.528 orang di Indonesia Positif Covid-19, 81 orang sembuh, dan 138 meninggal.
Komunitas

Kepala Suku Pandumaan Sipituhuta Hadiahi Presiden Joko Widodo Kain Ulos

Presiden Jokowi Terima Kain Ulos di Istana Negara. (Antara Foto/Widodo S. Jusuf)

Presiden Joko Widodo menerima sematan Kain Ulos khas Batak dari perwakilan Masyarakat Hukum Adat Pandumaan Sipituhuta Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara usai acara Pencanangan Pengakuan Hutan Adat Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/12).

Jakarta - Presiden Jokowi menyerahkan Surat Keputusan Pengakuan Hutan Adat kepada sembilan Masyarakat Hukum Adat (MHA) dengan total luas 13.100 hektare untuk 5.700 Kepala Keluarga.  Pada acara itu seorang kepala adat dari Pandumaan Sipituhuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara menyampaikan rasa terima kasih atas pencanangan hutan adat ini. Sang ketua adat kemudian memberikan kain ulos kepada Jokowi.

"Kami dari adat Batak berterima kasih karena kami sudah dilindungi oleh Bapak Jokowi yang kami hormati. Mudah-mudahan rezeki Bapak panjang dan kami berdoa semoga Bapak Jokowi terus lanjut," kata ketua adat tersebut di Istana Negara, Jumat (30/12).

Sambil menundukkan tubuh, Jokowi menerima ulos itu. Setelah itu, ketua adat mengelus wajah Jokowi sebagai tanda penghormatan.

Ulos atau sering juga disebut kain ulos adalah salah satu busana khas Indonesia. Ulos secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat Batak, Sumatera utara. Dari bahasa asalnya, ulos berarti kain. Cara membuat ulos serupa dengan cara membuat songket khas Palembang, yaitu menggunakan alat tenun bukan mesin.

Sebagian besar masyarakat adat Batak menganggap kain tenun Ulos adalah perlambang ikatan kasih sayang, lambang kedudukan, dan lambang komunikasi dalam masyarakat adat Batak. Oleh karena itu, kain tenun Ulos selalu digunakan dalam setiap upacara, kegiatan dan berbagai acara penting dalam adat Suku Batak.

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post