Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Kemnaker Beri Bantuan Dana ke Pekerja Migran Bermasalah di Subang

Foto: Kemnaker RI/ Infopublik.id

Kemnaker memberikan bantuan dana fasilitasi senilai Rp10 juta untuk meringankan beban Siti Sadiah yang dipulangkan dari Taiwan ke Indonesia pada 16 Juni 2020 karena menderita kanker payudara.

SUBANG - KABARE.ID: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Direktorat Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) memberikan bantuan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah, Siti Sadiah (45) binti Sanusi Asfi di kediamannya di Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundey, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (22/9/2020).

Bantuan dana fasilitasi senilai Rp10 juta diberikan Kemnaker untuk meringankan beban Siti Sadiah yang dipulangkan dari Taiwan ke Indonesia pada 16 Juni 2020 karena menderita kanker payudara.

"Bantuan dana fasilitasi kepada Siti Sadiah ini, untuk meringankan beban biaya pengobatan," kata Direktur PPTKLN Kemnaker, Eva Trisiana.

Menurut Eva, bantuan dana fasilitasi diberikan sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam memberikan perlindungan PMI. Terutama permasalahan PMI terkait kesehatan atau permasalahan lain yang tidak bisa tercover jaminan sosial, mengingat Siti Sadiah dipulangkan karena menderita kanker payudara.

"Untuk itu, pada masa pandemi ini kami menghimbau kepada seluruh perusahaan penempatan PMI ikut berperan aktif dalam perlindungan PMI baik sebelum, selama dan setelah bekerja, khususnya pencegahan penyebaran Covid-19," kata Eva.

Kasubdit Perlindungan TKI Kemnaker, M. Ridho Amrullah, menambahkan bantuan dana fasilitasi selain untuk meringankan beban biaya pengobatan, hendaknya juga dapat digunakan sebagai modal usaha. Pasalnya, sejak suaminya meninggal 10 tahun silam, hingga saat ini, Siti Sadiah menjadi tulang punggung keluarga untuk menafkahi 4 orang anaknya.

Sementara Siti Saadah mengaku memiliki kontrak kerja selama 3 tahun di Taiwan dan akan berakhir pada Mei 2021. Sebagai single parent, setelah dipulangkan ke Indonesia, untuk menghidupi empat anaknya, Siti Sadiah terpaksa berjualan secara online.

"Saya bantu posting baju, sandal milik teman. Lumayan dapat Rp50ribu-Rp100ribu untuk biaya hidup," kata perempuan yang pernah bekerja 2 tahun di Arab Saudi tahun 2009-2011.

Setelah menjalani kemoterapi pertama pada 16 September lalu, Siti Saadah mengaku akan kembali kontrol pada 28 September 2020 nanti, sebelum  kemoterapi kedua (7 Oktober) di RS Santosa, Bandung, Jawa Barat.

Siti Saadah mengatakan dirinya harus menjalani kemoterapi sebanyak 3x sebelum dan 3x pasca operasi. Setiap kemoterapi menelan biaya hampir Rp1 juta.

"Terima kasih Kemnaker. Bantuan ini sangat membantu bolak-balik pengobatan ke RS Santosa, terutama untuk menebus obat yang tidak tercover BPJS Kesehatan. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sekali lagi terima kasih untuk Kemnaker, " ujar Siti Sadiah.

Sedangkan Lily Pujiati selaku Koordinator Peduli Buruh Migran (PBM) menyambut positif langkah Kemnaker memberikan dana bantuan fasilitasi kepada Siti Sadiah yang menderita kanker payudara.

"Saya apresiasi di saat situasi pandemi, Kemnaker hadir memberikan dana fasilitasi kepada PMI bermasalah," katanya.

Lily menambahkan, PBM siap bersinergi dengan Pemerintah dalam menangani permasalahan buruh migran di dalam dan luar negeri. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post