Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Kementerian PUPR Akan Renovasi Kawasan Pura Besakih dengan Anggaran Mencapai Rp1 Triliun

KemenPUPR akan melakukan penataan kawasan suci Pura Besakih di Bali dengan total estimasi biaya sekitar Rp1 triliun. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana).

Kementerian PUPR akan melakukan renovasi kawasan Pura Besakih di Bali dengan anggaran mencapai Rp1 triliun. Anggaran itu digunakan untuk membangun kawasan parkir yang lebih nyaman serta fasilitas lainnya.

BALI - KABARE.ID: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan menata kawasan suci Pura Besakih di Bali. Mereka memperkirakan penataan membutuhkan anggaran sampai dengan Rp1 triliun.

Pura Besakih merupakan Kawasan Cagar Budaya di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan penataan kawasan komplek pura yang terletak di Desa Besakih tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Daerah (Pemda) Bali yang telah disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

"Penataan kawasan Pura Besakih sudah dua tahun direncanakan oleh Pemda Bali kemudian dilaporkan kepada Presiden, insyaallah 2021 bisa mulai kami kerjakan selama satu tahun," ujar Basuki seperti dikutip dari keterangan resmi, Jumat (7/8).

Basuki memaparkan penataan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Pusat, karena pura ini adalah aset nasional yang harus diperhatikan.

Basuki menjelaskan berdasarkan rencana akan ada sembilan item paket pekerjaan untuk penataan kawasan Pura Besakih dengan total estimasi biaya sekitar Rp 1 triliun.

"Kami Pemerintah Pusat akan membangun kawasan parkir di Manik Mas seluas 52 ribu meter persegi, kemudian menata kawasan Becingah dan Manik Mas. Totalnya sekitar Rp 500 miliar," ujarnya.

Basuki menyatakan hingga saat ini telah menyelesaikan studi kelayakan (FS) dan untuk desain akan dikerjakan dengan metode rancang bangun untuk mempercepat pelaksanaan.

"Tetapi karena luasan kawasannya sudah lebih dari 10 ribu m2 dan juga lokasinya sebagai destinasi wisata sekaligus cagar budaya, maka akan dilengkapi juga dengan dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)," tuturnya.

Sebagai kawasan cagar budaya, Basuki memastikan penataan kawasan Pura Besakih akan memperhatikan adat istiadat serta kearifan lokal budaya Bali.

"Sehingga lahan parkir yang akan dibangun tidak bertingkat ke atas, namun ke bawah 4 lantai, sebagai salah satu aturan di Bali yang harus tetap dipegang," ucapnya.

Menteri Basuki menambahkan, penataan kawasan tidak akan menyentuh area bangunan utama Pura Besakih yang digunakan sebagai tempat ibadah.

"Yang terpenting dari penataan kawasan ini untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung yang beribadah dan berwisata. Karena menurut informasi, saat ada upacara besar kondisinya akan sangat ramai. Untuk itu ini akan dibuat alur masuk dan keluar yang berbeda sehingga tidak ada penumpukan, termasuk sirkulasi jalan untuk kendaraan akan diatur," ujarnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster berharap penataan kawasan Pura Besakih dapat selesai sebelum 2022, mengingat akan ada upacara besar Maribu Bhumi pada tahun tersebut.

"Tujuan utama program penataan kawasan suci Besakih ini agar bisa mengakomodir umat Hindu di Bali dan Indonesia yang hadir dalam upacara agama. Sehingga niat orang berdoa bisa nyaman, untuk itu masyarakat Bali sepatutnya berterima kasih kepada Kementerian PUPR karena telah membantu penataan kawasan ini," tuturnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post