Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Kementerian Pertanian Gandeng Perusahaan Pupuk Indonesia Hadirkan Pupuk Bersubsidi

Perjanjian Penyaluran Pupuk Bersubsidi. (Antara Foto/Ho/Gilang)

Perusahaan Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian melaksanakan Perjanjian Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi 2017 dalam Rakernas Pembangunan Pertanian Nasional 2017 di Jakarta, Kamis (5/1). Pupuk Indonesia mendapat tugas menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 8,55 juta ton.

Jakarta - Presiden Joko Widodo membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian 2017, dengan menitikberatkan pembangunan di sektor pertanian merupakan kunci mengatasi kemiskinan.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, guna mendorong peningkatan produksi di bidang pertanian, pemerintah melakukan sejumlah upaya antara lain membagikan alat mesin pertanian, benih, dan membangun irigasi serta embung untuk cadangan air.

"Artinya kita tidak bisa lagi melihat bahwa pembangunan pertanian ini dengan sebelah mata. Sektor pertanian harus dikembangkan menjadi alat rakyat untuk mencapai kesejahteraan bersama," kata Presiden.

Presiden yakin sejumlah pembangunan fasilitas pertanian itu dapat memperbesar dan meningkatkan produksi pertanian Indonesia.

Guna mendukung program pemerintah tersebut, Kementerian Pertanian dan Perusahaan Pupuk Indonesia melakukan nota kerjasama Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi 2017.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat menyatakan, Pupuk Indonesia bersama anak usahanya siap berkomitmen dalam menyukseskan program ketahanan pangan meIaIui jaminan pasokan pupuk di tanah air. "Sepanjang tahun 2016, kami menjaga dan mengawal seluruh proses-proses sehingga penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani dapat dipenuhi," katanya.

Berdasarkan Permentan Nomor 69 Tahun 2016, pupuk bersubsidi tahun anggaran 2017 dialokasikan sebanyak 8,55 juta ton. Perinciannya, pupuk urea sebanyak 3,67 juta ton, pupuk SP-36 sebanyak 800.000 ton, pupuk ZA sebanyak 1 juta ton, pupuk NPK sebanyak 2,18 juta ton, dan pupuk organik sebanyak 895.288 ton.

Untuk mendapatakan pupuk bersubsidi, petani harus tergabung dalam kelompok tani dan harus menyusun Rencana Definitif Kelompok Kerja (RDKK) sehingga bisa memperoleh alokasi pupuk bersubsidi.

Editor: Baskoro

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post