Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Kementan Pastikan Stok Gula Aman Jelang Ramadhan

Foto: infopublik.id

Menteri Pertanian menyebut, kelangkaan gula diindikasikan terjadi karena keterlambatan distribusi stok ke pasar di tengah pandemi Covid-19. Di saat bersamaan juga masyarakat melakukan panic buying di sejumlah daerah.

JAKARTA - KABARE.ID: Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjamin stok gula kebutuhan masyarakat aman hingga Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut ia sampaikan saat meninjau gudang milik produsen gula PT. Permata Dunia Sukses Utama di Cilegon.

“Alhamdulillah semua dalam kondisi yang aman, hanya gula yang sedikit bersoal, tapi hari ini kita sama-sama berkomitmen untuk mencari solusinya,” ungkap Syahrul, Jumat (3/4/2020).

Kunjungannya tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Jokowi agar pemerintah hadir menjaga ketersediaan dan memastikan stabilitas harga pangan selama pandemi Covid-19 serta jelang bulan puasa dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Menurutnya kelangkaan gula yang terjadi akhir-akhir ini diindikasikan karena adanya keterlambatan distribusi stok ke pasar, kelangkaan di tengah pandemi Corona 19 saat ini juga mengakibatkan panic buying masyarakat di sejumlah daerah. Untuk itu ia meminta sejumlah pabrik gula di Indonesia untuk membantu ketersediaan gula konsumsi dan mempercepat pendistribusiannya hingga ke masyarakat.

“Kami lakukan berbagai cara termasuk salah satunya mengajak pabrik gula rafinasi ini untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan gula masyarakat. Kami minta untuk memproduksi gula pasir putih konsumsi dengan harga standar Rp12.500 per kilogram,” tegas Syahrul.

Ia mengaku pihaknya akan terus memantau pendistribusian pangan, meski ada tantangan terkait pandemi Covid-19 saat ini. Menteri berharap seluruh pihak termasuk dari kepolisian dan TNI untuk ikut mendukung dan memastikan agar tidak ada hambatan bagi pendistribusian pangan termasuk gula ke berbagai daerah.

Keyakinannya akan ketersediaan gula yang mencukupi hingga jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri juga didukung dengan adanya prediksi panen petani tebu di sejumlah wilayah. Panen ini diprediksi akan terjadi sepanjang Bulan Mei dan Juni 2020 mendatang.

“Kami yakin stok aman, ada persiapan 250.000 ton gula dari pabrik-pabrik yang ada, ditambah gula impor yang masuk hingga 150.000 ton. Juni nanti dari petani akan panen yang jumlahnya sekitar 500.000 ton sampai dengan 600.000 ton,” beber Syahrul.

Sementara itu, Yanuar Samron - salah satu anggota direksi dari PT Permata Dunia Sukses Utama - mengaku siap mendukung pemerintah dalam menyediakan gula kristal putih untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Ia mengaku pihaknya selama dua hari ini telah memproduksi gula kristal putih konsumsi untuk didistribusikan ke pasar-pasar.

“Indonesia punya sembilan pabrik gula rafinasi di Pulau Jawa dan dua di luar Pulau Jawa, yaitu satu di Makassar dan satu di Lampung. PT. Permata Dunia Sukses Utama ditunjuk menyiapkan 30.000 ton gula kristal putih konsumsi untuk kebutuhan Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera dan sudah siap sekitar 25.000 ton, kemudian yang di Makassar kami diminta siapkan 30.000 ton juga dan sudah siap sekitar 20.000 ton untuk kebutuhan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua,” ungkapnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post