Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Kemensos Gandeng Bulog Salurkan Bansos Beras

Foto: infopublik.id

Kementerian Sosial menggandeng Perum Bulog untuk penyaluran bantuan sosial beras.

JAKARTA - KABARE.ID: Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Perum Bulog untuk penyaluran bantuan sosial beras bagi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan program keluarga harapan (PKH) termasuk keluarga petani yang terdampak pandemi Covod-19 di seluruh Indonesia.

Program ini berlangsung untuk periode Agustus sampai Oktober 2020 dengan volume beras yang disalurkan sebesar 15 kilogram (kg) untuk setiap keluarga per bulan. Artinya, setiap penerima manfaat akan memperoleh 45 kg beras kualitas medium sampai Oktober mendatang.

“Program bantuan sosial beras ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran KPM PKH di seluruh Indonesia agar kebutuhan pangan beras bagi keluarga terdampak Covid-19 bisa terpenuhi dan tetap terjaga kesehatannya,” kata Menteri Sosial Juliari Batubara dalam acara Launching Program Bansos Beras di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Juliari mengatakan, penyaluran beras ke seluruh 10 juta KPM ini dilakukan secara door to door dari Sabang sampai Merauke, ini bukan pekerjaan yang mudah. Dan ini bukan acak, tapi datanya by name by address.

"Di bulan Oktober mendatang, pemerintah juga akan menyalurkan kembali 15 Kg beras per KPM kepada 10 juta KPM", ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengemukakan bahwa penyaluran dimulai pada September ini dengan volume untuk alokasi dua bulan sekaligus, yakni 30 kg. Dengan demikian, total stok beras kelolaan Bulog yang akan disalurkan mencapai 450.000 ton.

Budi mengatakan bahwa Bulog sejatinya telah siap menyalurkan bansos beras sejak tiga bulan lalu sebelum akhirnya mendapat penugasan ini. Dia mengatakan pihaknya telah menjamin kualitas beras yang akan disalurkan karena dikelola dengan proses rice to rice sebelum dikeluarkan dari gudang.

“Jangan khawatir, kami sudah mengurangi kemungkinan-kemungkinan yang bisa merusak beras Bulog dan mengurangi kepercayaan masyarakat,” kata sosok yang akrab disapa Buwas itu.

Budi Waseso menambahkan, Bulog komitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas dari seluruh gudang di semua wilayah Indonesia akan terjamin sampai ke penerima, karena pengendalianya akan dipantau terus.

Penyaluran beras bansos ini pun disebutnya menjadi peluang bagi Bulog untuk terus melakukan penyerapan beras petani karena Bulog akan kehilangan sekitar 450.000 ton beras cadangan beras pemerintah (CBP).

Budi meyakini hal ini tak hanya menjadi kabar baik bagi KPM PKH, tapi juga menjadi jaminan bagi petani akan serapan hasil panen mereka, karena beras yang dibeli Bulog berasal dari petani, sesuai amanah Inpres No. 5 tahun 2015.

Bulog tercatat memiliki stok sebanyak 1,42 juta ton dengan komposisi CBP 1,37 juta ton dan beras komersial 46.788 ton.

Sepanjang 2020, perusahaan telah menyerap 931.577 ton dengan realisasi penyaluran 947.984 ton, beras operasi pasar 849.835 ton, dan realisasi beras bantuan pangan nontunai (BPNT) sebanyak 247.732 ton. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post