Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Kemenperin Revitalisasi IKM Pasca Bencana di Provinsi Sulawesi Tengah

Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih (kanan) menyerahkan simbolis bantuan peralatan perbengkelan kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Sigi di Palu, Sulteng, Selasa (20/8/19). (Foto: Humas Kemenperin

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong tumbuhnya wirausaha baru dan revitalisasi industri kecil dan menengah (IKM) di Provinsi Sulawesi Tengah pasca bencana gempa dan tsunami pada September 2018 silam.

PALU – KABARE.ID: Ada tiga wilayah yang akan difokuskan Kemenperin antara lain Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala dalam rangka penyerapan tenaga kerja untuk meningkatkan perekonomian Sulawesi Tengah.

“Upaya yang dilakukan diantaranya bimbingan teknis untuk meningkatkan kemampuan SDM, peningkatan etos kerja, produktivitas, kreativitas, dan inovasi,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Kemenperin, Gati Wibawaningsih, di Palu, Selasa (20/8/19).

Gati menjelaskan, bencana alam di Sulawesi Tengah telah menyebabkan korban jiwa maupun kerugian ekonomi dalam skala cukup besar. Bencana itu juga menyusutkan kapasitas produksi yang berakibat pada kerugian finansial bahkan pertumbuhan pembangunan mengalami kemunduran.

“Oleh karena itu, sejak masa tanggap darurat hingga saat ini memasuki masa rehabilitasi, Kementerian Perindustrian bersama Pemerintah Daerah telah menyalurkan bantuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita dan melakukan berbagai upaya untuk revitalisasi industri kecil dan menengah yang terkena dampak bencana alam,” ungkapnya.

Adapun bantuan yang diberikan adalah dalam bentuk pelatihan desain dan fasilitasi mesin/peralatan bagi Sentra IKM Rotan dan pakaian jadi di Kota Palu.

Kemudian bimbangan teknis wirausaha baru IKM dan Fasilitasi mesin/peralatan konveksi di Kabupaten Sigi. Serta bimbangan teknis wirausaha baru IKM dan fasilitasi mesin/peralatan perbengkelan kendaraan roda dua dan pengelasan di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

“Selain bimbingan teknis, Ditjen IKMA juga memberikan bantuan start up capital berupa peralatan produksi kepada kelompok usaha yang berada di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala,” tambah Gati

Menurut Gati, pengembangan sektor industri perlu dilakukan dengan sinergi bersama antara pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah baik itu tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Saya berharap dengan sinergi yang dibangun.. dapat mengakselerasi peningkatan jumlah wirausaha industri baru, meningkatkan potensi sentra-sentra IKM, dan berkontribusi mengembangkan pemberdayaan ekonomi yang pada akhirnya berdampak positif terhadap ekonomi Sulawesi tengah pasca bencana,” tuturnya.

Sebagai informasi, hingga tahun 2018 tecatat jumlah IKM yang ada di Sulawesi Tengah mencapai 6.779 unit usaha dan menyerap tenaga kerja sebanyak 23.622 jiwa. Nilai investasi IKM di sana mencapai Rp297 miliar dan nilai produksi IKM mencapai Rp2,8 triliun.

Gati pun optimistis, investasi sektor industri di Tanah Air akan semakin menggeliat karena komitmen pemerintah yang terus menciptakan iklim usaha yang kondusif. Misalnya, kebijakan kemudahan izin usaha serta memberikan insentif fiskal dan nonfiskal.

“Ditjen IKMA telah banyak melakukan pembinaan kepada pelaku IKM nasional melalui berbagai program dan kegiatan strategis seperti peningkatan kemampuan sentra IKM, pengembangan produk IKM, penumbuhan wirausaha baru IKM, restrukturisasi mesin dan peralatan IKM, serta e-Smart IKM,” sebutnya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post