Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Kemenperin-Kemensos Latih Penyandang Disabilitas Agar Siap Kerja di Industri

Foto: Kementerian Perindustrian

Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial sepakat melakukan kerja sama untuk meningkatkan kompetensi penyandang disabilitas agar siap bekerja di sektor industri.

JAKARTA-KABARE.ID: Komitmen kedua belah pihak dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja (3in1) Bagi Penyandang Disabilitas, antara Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dengan Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (27/12).

“Pada tahun 2019, kami menargetkan sebanyak 72.000 orang ikut serta dalam program Diklat 3 in 1. Nah, ini bisa menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita penyandang disabilitas supaya lebih kompetitif,” kata Menperin Airlangga.

Menperin meyakini, langkah kolaborasi ini selain mampu mengurangi jumlah pengangguran, juga dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Pembangunan ekonomi kita didorong menjadi inklusif. Artinya juga ramah dengan masyarakat kita yang penyandang disabilitas. Kami juga memacu mereka agar bisa menjadi wirausaha industri baru,” imbuhnya.

Baca juga: Menko Darmin Resmikan Program Santripreneur dan Petani Muda di Bogor

Dalam kesempatan yang sama, Mensos Agus Gumiwang menyampaikan bahwa sinergi kedua kementerian ini sebagai wujud nyata hadirnya negara bagi penyandang disabilitas. Hal itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Payung hukum tersebut guna mengakui, melindungi dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia. Selain itu, disebutkan bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan sedikitnya 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah seluruh karyawannya,” ungkap Agus.

Pada implementasi tahap pertama, penyandang disabilitas akan menjadi peserta program Diklat 3in1 yang disiapkan untuk bekerja di industri alas kaki dan garmen. Sudah ada tujuh industri alas kaki yang bakal menampung mereka, yakni PT Wangta Agung, PT Ecco Indonesia, PT Young Tree Industries, PT Widaya Inti Plasma, PT Inti Dragon Suryatama, PT Bintang Indokarya Gemilang, dan PT Aggio Multimax.

Sementara, untuk industri garmen, yaitu Intima Globalindo, Mataram Tunggal Garment, Pan Brothers Group, Ungaran Sari Garments, dan Sritex Group. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post