Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Kemenperin Kembangkan Potensi Desainer Muda melalui Kompetisi MOFP

Dirjen IKMA, Gati Wibawaningsih (kanan) secara simbolis memberikan penghargaan kepada pemenang Kompetisi MOFP 2020. (Foto: Ditjen Kemenperin RI)

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) memberikan wadah dan panggung sebagai sarana pengembangan bagi desainer fesyen muda Indonesia. Salah satunya dengan menyelenggarakan kompetisi desain fesyen muslim Modest Fashion Project (MOFP).

JAKARTA - KABARE.ID: Puncak kegiatan Kompetisi MOFP 2020 dilaksanakan pada 21 November 2020 melalui acara bertajuk Inagurasi Modest Fashion Project 2020 yang disiarkan langsung melalui akun Youtube Kementerian Perindustrian RI. 

Selain fashion show penjurian grand final Kompetisi MOFP 2020, Inagurasi MOFP 2020 juga menampilkan fashion show para desainer finalis MOFP 2019 yang telah dibina oleh Ditjen IKMA, Kemenperin RI melalui program pembinaan coaching fashion business.

“Kompetisi MOFP merupakan kompetisi yang kami selenggarakan untuk memberikan wadah dan panggung bagi para desainer fesyen muslim,” ujar Dirjen IKMA Gati WIbawaningsih saat memberikan closing remarks pada acara Inagurasi Modest Fashion Project 2020, Sabtu (21/11).

"Sudah banyak desainer fesyen Indonesia yang telah mendunia, dan diharapkan para desainer kompetisi MOFP kelak akan menjadi desainer fesyen yang juga dapat berkarya di kancah dunia mempromosikan potensi industri fesyen Indonesia,” sambung Gati.

Gati menerangkan perkembangan jumlah umat muslim dunia menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim. 

The State Global Islamic Ecomony Report 2020/2021 yang baru saja dirilis, melaporkan konsumsi fesyen muslim dunia tahun 2019 diperkirakan mencapai US$ 277 Miliar. Meskipun pada tahun 2020, diperkirakan konsumsi fesyen muslim dunia menurun akibat pandemi covid-19 sebesar 2,9% menjadi US$ 268 Miliar, namun angka konsumsi fesyen muslim diprediksi kembali pulih pada tahun 2021. 

Dampak pandemi covid-19 juga berimbas pada angka proyeksi konsumsi fesyen muslim dunia pada tahun 2024 yang menurun menjadi US$ 311 Miliar dimana sebelum masa pandemi angka konsumsi fesyen muslim dunia pada tahun 2024 diproyeksikan akan mencapai US$ 402 Miliar. 

Sementara konsumsi fesyen muslim Indonesia sendiri pada tahun 2019 adalah senilai US$ 16 Milyar, terbesar kelima di dunia setelah Iran, Turki, Saudi Arabia dan Pakistan. Hal ini menunjukkan bahwa peluang pasar fesyen muslim global maupun domestik sangat besar dan harus diisi oleh industri fesyen muslim Indonesia.

Menurut Gati pengembangan fesyen muslim Indonesia juga mempunyai prestasi di dunia internasional, berdasarkan The State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki. 

“Hal ini menunjukkan peluang Indonesia untuk dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia,” terang Gati.

Industri fesyen muslim yang merupakan bagian dari industri pakaian jadi memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. 

Berdasarkan data Pusdatin Kemenperin, kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang tahun 2019 mencapai US$ 8,3 Milyar dan pada periode bulan Januari hingga September tahun 2020 ekspor industri pakaian jadi telah mencapai angka US$ 5,36 Milyar. 

Industri fesyen merupakan salah satu sektor industri penopang ekonomi nasional. Industri pakaian jadi juga sangat erat hubungannya dengan sektor industri tekstil. 

Berdasarkan data Pusdatin Kemenperin pula, kontribusi sektor Industri Tekstil dan Pakaian jadi menyumbang sebesar 6,75 persen pada kontribusi PDB Industri Pengolahan Non-Migas di Triwulan III tahun 2020.

Melihat segala potensi dan keunggulan sektor industri fesyen muslim di Indonesia maka pada kesempatan tersebut Gati mengajak para desainer, pemerintah, pelaku industri, market place, akademisi serta seluruh stakeholder terkait untuk dapat bersama-sama memaksimalkan potensi dan terus mempromosikan dan memperkenalkan industri fesyen muslim Indonesia. 

“Saya harap teman-teman desainer di masa yang akan datang akan terus mengeluarkan ide, inovasi dan karya kreatif yang dapat memberikan pengaruh positif pada perkembangan industri fesyen muslim nasional,” ujar Gati.

Di akhir acara Inagurasi MOFP, diumumkan para pemenang Kompetisi MOFP 2020 yang berhak mendapatkan hadiah berupa piala, piagam serta uang tunai dengan total Rp75 juta bagi pemenang Juara I, II, III dan Favorit. 

Selain itu, seluruh finalis MOFP 2020 yang berjumlah 20 orang akan mendapatkan program pembinaan wirausaha baru di bidang fesyen muslim. 

“Diharapkan Kompetisi ini dapat dijadikan batu loncatan bagi teman-teman sekalian para desainer fesyen untuk dapat menjadi seorang wirausaha baru di bidang fesyen muslim yang berkualitas dan berdaya saing," tandas Gati. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post