Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Kemenperin Gelar Pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan WUB Santri di 5 Kabupaten Indonesia

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang, Pasuruan, Sleman, Bantul, dan Kabupaten Sukabumi. Dihadiri juga oleh pengasuh Pondok Pesantren, Fathul Ulum, Sidogiri, Assalaffiyyah Mlangi, Al-Imdad, Darul Huffazhal Al-Matin dan Ponpes Modern As-Salam 2.

JAKARTA – KABARE.ID: Kementerian Perindustrian, melalui Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka menggelar pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan WUB Santri secara daring di lima lokasi berbeda, antara lain Kabupaten Jombang, Pasuruan, Bantul, Sleman dan Kabupaten Sukabumi.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Gati Wibawaningsih dalam sambutan secara daring, Selasa (28/7/2020) mengatakan bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tidak hanya mencakup pendidikan agama dan moralitas, namun juga pendidikan formal sampai dengan pendidikan kewirausahaan.

Di samping itu pondok pesantren dapat berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Indonesia sebagai “Agent of Development” yang sangat penting dan strategis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di daerah sehingga menjadi sarana yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pesantren dan para santri yang ada di pondok merupakan potensi yang dapat dikembangkan dengan stimulus yang tepat guna dan tepat sasaran. Kami melihat banyak pesantren yang sudah dapat memenuhi kebutuhan internal pesantren bahkan memiliki unit bisnis yang juga melayani kebutuhan luar pesantren,” ujar Gati, dalam keterangan pers yang diterima Kabare, Rabu (29/7/2020).

Berdasarkan data Kementerian Agama sampai Agustus 2019, jumlah pondok pesantren di Indonesia diperkirakan sebanyak 28.194 yang tersebar di seluruh provinsi dengan total santri sekitar 4.290.626 santri. Dari total 28.194 pondok pesantren, sekitar 23.331 pondok pesantren atau 80 persen diantaranya tersebar di empat provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten.

“Dengan jumlah pondok pesantren dan santri yang cukup besar, pondok pesantren memiliki potensi yang strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional salah satunya melalui penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren,” ujar Gati.

Kewirausahaan menjadi suatu hal yang sangat penting bagi suatu negara. Berdasarkan data Global Entrepreneurship Index 2019, Indonesia saat ini berada di peringkat 75 dalam hal kewirausahaan diantara 137 negara.

Posisi Indonesia naik 14 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya dan memiliki kenaikan peringkat tertinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Namun meskipun demikian peringkat Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan Vietnam (73), Thailand (54), Malaysia (43), Brunei Darussalam (48), dan Singapura (27).

“Wirausaha memegang peranan penting dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan nasional, menciptakan nilai tambah barang dan jasa, mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial, serta terciptanya masyarakat adil dan makmur,” jelas Gati.

“Ini adalah tugas dan tanggung jawab bersama antara Pemerintah dengan masyarakat, terutama bagi para santri untuk bersama-sama membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih baik. Oleh karena itu saya mendorong agar para santri selepas lulus dari pondok pesantren tidak hanya menjadi guru di Mushola atau Masjid tapi juga menjadi seorang Santripreneur,” kata Gati.  

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan. Model Penumbuhan Wirausaha Industri Baru dan Pengembangan Unit Industri di lingkungan pondok pesantren atau dikenal dengan program “Santri Berindustri”.

Program tersebut memiliki tujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan unit industri dan wirausaha industri baru di pondok pesantren melalui pengembangan unit industri yang telah ada dan/atau menumbuhkan unit industri baru; dan pengembangan sumber daya manusia pondok pesantren menjadi wirausaha industri baru melalui kompetensi teknis produksi, jejaring, dan manajemen.

“Sejak tahun 2013 hingga sekarang kami telah membina sebanyak 73 pondok pesantren, dengan jenis kegiatan pelatihan bimbingan teknis produksi, bantuan mesin atau peralatan antara lain di bidang: olahan pangan dan minuman, perbengkelan roda dua; kerajinan boneka dan kain perca; konveksi busana muslim dan seragam; daur ulang sampah dan produksi pupuk organik cair,  kosmetik dan home-care, paving blok dan lain-lain,” ujar Gati.

Menurut dia, unit industri yang dijalankan oleh Pondok Pesantren jika dikelola dengan baik tentunya akan bertambah maju, karena didukung dengan lokasi pondok pesantren yang berada di sekitar pemukiman penduduk yang sangat strategis untuk berwirausaha di bidang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Program Penumbuhan Wirausaha Baru IKM di pondok pesantren diberikan dalam bentuk bimbingan teknis dan atau fasilitasi mesin/peralatan produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan pondok pesantren.

Gati berharap, peserta bimbingan teknis yang merupakan santri dan pengurus pondok pesantren pada akhirnya akan menjadi wirausaha yang mandiri dan dapat menjadi pionir bagi santri lainnya untuk maju dan berkembang dalam berwirausaha.

“Fasilitasi mesin atau peralatan produksi kami berikan kepada pondok pesantren dengan harapan alat ini dapat dimanfaatkan bagi pondok pesantren sebagai unit bisnis yang baru pada pondok pesantren,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada Dinas perindustrian dari ke-enam Pondok Pesantren tersebut, dapat memfasilitasi para peserta untuk memperoleh legalitas usaha dan terus memantau perkembangan usaha peserta bimbingan teknis nantinya.

“Saya berharap dengan sinergi yang dibangun antara Kementerian Perindustrian, Pemerintah Dinas Kabupaten Kota terkait dan Pihak Pondok Pesantren yang terlibat dapat meningkatkan jumlah wirausaha industri baru dan berkontribusi mengembangkan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren yang pada akhirnya berdampak positif terhadap ekonomi nasional,” tandasnya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post