Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Kemenpar Kembangkan Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Golf Dunia

Foto Dok : Rainbow Hills Golf Club Bogor

Saat ini negara-negara di kawasan Asia berlomba mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) lewat wisata golf. Termasuk Indonesia yang ingin mengambil pasar yang didominasi Thailand.

SINGAPURA-KABARE.ID: Kepala Bidang Pengembangan Area III Regional I Florida Pardosi dalam ajang Singapore Press Holdings (SPH) Golf Travel Fair 2019 di Takashimaya Shopping Center, Singapura, Minggu (24/3/2019) mengatakan bahwa golf adalah bagian dari wisata olahraga yang tingkat pertumbuhannya sangat signifikan.

“Nantinya, Indonesia akan dikembangkan menjadi destinasi golf yang sejati, sekaligus menjadi kompetitor utama Thailand dalam bisnis ini. Kami hadir di SPH Golf Travel Fair 2019, agar pegolf Asia datang menjajal golf di Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu pelaku usaha di bidang golf Indonesia, Merry Kwan mengusulkan beberapa langkah strategis yang efektif untuk menawarkan wisata golf kepada wisatawan.

“Yang pertama adalah penyelenggaraan turnamen internasional di Indonesia. Hal itu jadi salah satu kebanggaan pegolf untuk menjajal lapangan yang dijadikan turnamen internasional, ” katanya.

Kedua, lanjut Merry, mengadakan pameran wisata khusus golf di Indonesia. Hal itu bisa membuat pegolf untuk menjajal lapangan berkelas internasional di Indonesia. “Di negara lain Anda mungkin bisa menemukan lapangan golf yang lebih baik, dan infrastruktur yang lebih mumpuni, namun tak ada yang bisa menandingi keramahan masyarakat Indonesia,” kata Merry.

Baca juga: Jeen Womom, Tempat Para Penyu Langka Berserah Diri

Di Indonesia paket wisata golf juga lebih murah dengan cuaca yang lebih bersahabat karena hanya ada dua musim. Rate harga saat weekdays untuk sekali bermain golf berkisar Rp500 ribu - Rp1 juta dan saat weekend di bawah Rp2 juta. “Itu sekali bermain sudah termasuk layanan caddie dan golf car. Kalo di luar negeri belum termasuk itu semua,” katanya.

Lalu yang ketiga adalah dukungan pemerintah untuk Industri golf. “Perlu diketahui, wisata golf itu memikat wisman berusia matang dan mapan. Golongan ini berkunjung dalam durasi lama dan biasanya menghabiskan uang tiga kali lebih banyak dari wisman reguler. Mereka rata-rata adalah wisatawan berkantong tebal dan loyal,” katanya.

Seorang pegolf asing umumnya rela mengeluarkan US$5.000 hingga US$6.000 dalam setiap kunjungannya ke negara lain. “Pengeluaran itu enam kali lebih besar dibandingkan spending wisman pada umumnya. Potensi raksasa wisata golf inilah yang harus diakui dan digarap,” pungkasnya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post