Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Kemenkop UKM Percepat Bantuan Penyaluran Dana Bergulir

Foto: Kemenkop UKM

Dana bergulir Rp1 triliun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan dipercepat penyalurannya kepada koperasi. Hal ini sebagai upaya antisipasi dampak perlambatan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19 kepada sektor koperasi dan UMKM.

JAKARTA - KABARE.ID: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan dana bergulir Rp1 triliun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan dipercepat penyalurannya kepada koperasi.

Hal ini sebagai upaya antisipasi dampak perlambatan ekonomi dunia akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) kepada sektor koperasi dan UMKM. Ini dikatakan Menteri Teten saat acara “Penyaluran Dana Bergulir untuk Koperasi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional” yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis (23/7/2020).

“Melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi UMKM (LPDB-KUMKM), kami menyiapkan strategi khusus, yakni menerapkan tiga fase untuk memulihkan sektor koperasi dan UMKM,” kata Menteri Teten melalui keterangan resmi pada Jumat (24/7/2020).

Fase pertama yakni fase program survival, di mana pihaknya telah melakukan restrukturisasi pinjaman mitra LPDB KUMKM. Restrukturisasi diberikan dalam bentuk penundaan pembayaran angsuran dan jasa selama 12 bulan dan tercatat sampai saat ini telah dilakukan restrukturisasi kepada 40 mitra koperasi dengan total outstanding sebesar Rp135,7 miliar.

Pada program ini, lanjut Menteri Teten LPDB-KUMKM tidak mengenakan bunga selama masa penundan pembayaran sehingga secara langsung ini merupakan subsidi bunga dari LPDB sebesar 100 persen selama satu tahun.

Kedua, fase program pemulihan ekonomi dengan alokasi tambahan sebesar Rp1 triliun, di mana pembiayaan ini khusus disalurkan kepada koperasi dengan bunga tiga persen, menurun atau sekitar 1,5  persen flat pertahun untuk menjangkau sekitar 4,8 juta UMKM anggota koperasi.

Hingga saat ini telah melakukan penyaluran pinjaman atau pembiayaan baru dengan total pencairan sebesar Rp381,4 miliar dengan rincian untuk koperasi pola konvensional sebesar Rp21,8 miliar ini ada 13 mitra. Lalu dengan pola syariah sebesar Rp109 miliar atau ada 21 mitra.

Ketiga, pada fase program penumbuhan ekonomi, di mana pihaknya telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memudahkan akses pembiayaan koperasi dan UKM dengan bunga ringan dan pendampingan.

“Dari ‘exercise’ kami dengan koperasi simpan pinjam, koperasi BMT, kami ke depan melihat bahwa para koperasi ini bisa menjadi mitra pemerintah untuk menyalurkan pembiayaan yang murah dan mudah untuk UMKM,” kata Menteri Teten. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post