Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Kemendikbud Latih TNI Jadi Guru di Daerah 3T Indonesia

Dirjen GTK, Kemendikbud Supriano dan Aster TNI AD Brigjen Bakti Agus Fadjari di kantor Kemendikbud, Jakarta, pada Rabu (27/2/2019). (Foto: Kemendikbud RI)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) untuk menghadirkan lebih banyak tenaga pengajar di daerah Terluar, Tertinggal, dan Terdepan (3T) Indonesia.

JAKARTA-KABARE.ID: Melalui kerja sama ini, personel TNI AD yang bertugas di daerah 3T dapat diperbantukan untuk mengajar di sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Nota kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dirjen GTK, Kemendikbud Supriano dan Aster TNI AD Brigjen Bakti Agus Fadjari di kantor Kemendikbud, Jakarta, pada Rabu (27/2/2019).

"Jangan sampai daerah-daerah yang punya potensi, (justru) tidak ada gurunya. Ini dalam rangka persiapan. 900 (personel) ini kita siapkan, menjaga-jaga apabila diperbatasan itu tidak ada guru, dibutuhkan guru, mereka bisa masuk," tutur Dirjen Supriano.

Dalam nota tersebut, nantinya personel TNI yang ditugaskan di darah 3T akan mendapatkan peningkatan kompetensi dalam bidang pembelajaran dari Kemendikbud.

Baca juga: PAUD Adalah Pendidikan Karakter, Bukan Baca, Tulis dan Berhitung

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Brigjen Bakti Agus Fadjari menjelaskan bahwa selama ini memang prajurit TNI AD sering terlibat untuk membantu proses pembelajaran di daerah 3T yang kekurangan guru. Pembekalan yang diberikan oleh Kemendikbud nanti dapat menjadi standar baru bagi personel TNI yang mengajar.

Ia juga menyampaikan nanti akan ada dua batalyon yang diberikan pembekalan oleh Kemendikbud sebelum bertugas. Kedua batalyon tersebut adalah Batalyon 303 Garut dan Batalyon Raider Balikpapan yang akan mendapatkan pembekalan sebanyak 40 jam sebelum bertugas. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post