Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Kemendikbud Kirim 2 Juta Buku ke Daerah 3T RI

Peresmian pengiriman 2 juta buku ke daerah 3T di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (4/11/2019). (Foto: Kemendikbud RI)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengirimkan 2.402.320 eksemplar buku ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) Indonesia.

JAKARTA – KABARE.ID: Peresmian pengiriman 2 juta buku ke daerah 3T tersebut dilakukan di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar, menyampaikan bahwa pengiriman buku-buku literasi ke wilayah-wilayah 3T di tanah air merupakan salah satu upaya untuk pemerataan tingkat literasi masyarakat.

“Melalui program pengiriman buku ke wilayah 3T diharapkan para peserta didik dan saudara-saudara kita akan meningkat minat dan kemampuan bacanya,” ujar Dadang, sebagaimana dikuti Kabare dari keterangan resmi Kemendikbud RI, Rabu (6/11/2019).

Dadang menambahkan, sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan budaya literasi mulai dari keluarga, sekolah, sampai masyarakat. “Dengan memiliki kemampuan membaca dan menulis, seseorang dapat menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik,” tutur Dadang Sunendar.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen PAUD dan Dikmas Kemendikbud, Harris Iskandar mengatakan bahwa Gerakan Literasi Nasional adalah upaya untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak.

Tujuannya membiasakan orang tua membacakan buku bersama anak di rumah, mempererat hubungan sosial emosi antara orang tua dan anak, menumbuhkan minat baca anak sejak dini, serta tumbuhnya generasi cinta baca dan tingginya tingkat literasi bangsa.

“Keluarga sangat berperan dalam proses literasi karena dari keluargalah proses pendidikan baik langsung maupun tak langsung diperoleh. Melalui keluarga pula anak akan mengenal dunia sekitar dan pola pergaulan yang akan membentuk pola kepribadian anak,” ungkap Harris.

Sebanyak 2 juta buku yang dikirim itu terdiri dari 60 judul bahan bacaan yang akan dikirim ke 47.678 sekolah di berbagai jenjang, 658 taman bacaan masyarakat, serta 40 perpustakaan yang berada di daerah 3T yang tersebar di 27 provinsi. Buku-buku yang dikirim tersebut telah melalui tahap seleksi dan uji kelayakan buku oleh Pusat Perbukuan Kemendikbud.

“Oleh karena itu, muatannya telah sesuai dengan standar, serta mengandung konten yang mampu menumbuhkan budi pekerti siswa, seperti buku cerita anak atau dongeng lokal, buku biografi inspiratif tentang tokoh lokal atau anak bangsa yang berprestasi, dan buku sejarah yang menebalkan rasa cinta tanah air,” ujar Sekretaris Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Abdul Khak. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post