Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Kemendikbud Gelar Pekan Untuk Sahabat Karakter 2020

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim. (Foto: Istimewa/ Infopublik.id)

Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai- nilai Pancasila.

JAKARTA - KABARE.ID: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Pekan Untuk Sahabat Karakter 2020 (PUSAKA). Kegiatan yang berlangsung sejak 10 sampai dengan 12 Desember 2020 itu, turut digelar Seminar Virtual Nasional PUSAKA yang mengangkat tema “Generasi Cerdas Berkarakter Indonesia Maju Bermartabat”.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menyatakan, Sistem Pendidikan Nasional mengedepankan nilai-nilai ketuhanan yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia serta unggul dalam inovasi dan teknologi.

“Melalui Profil Pelajar Pancasila, akan mampu menghasilkan generasi muda yang bisa menghadapi tantangan global dan revolusi industri 4.0,” ucap Mendikbud, seperti dikutip dalam rilis Kemendikbud di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

Dalam paparannya yang disampaikan secara virtual di Jakarta, Kamis (10/12/2020) Menteri Nadiem menjelaskan, Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai- nilai Pancasila.

Profil Pelajar Pancasila memiliki enam nilai utama yaitu pertama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia.

Kedua, berkebinekaan global, yaitu mampu mencintai keberagaman dan berpartisipasi dalam kompentensi, mampu memproses informasi secara kritis, serta dapat berkomunikasi dengan baik antar agama dan ras masyarakat di Indonesia.

Selanjutnya, sebagai poin ketiga yaitu gotong royong. Menurut Mendikbud, gotong royong adalah salah satu unsur yang harus dimiliki seseorang agar dapat berkolaborasi dan bekerja dalam tim. “Bagaimana cara kita berempati terhadap sesama,” imbuhnya.

Sedangkan poin keempat, kreatif yaitu kemampuan berinovasi. Berikutnya, karakter Pelajar Pancasila kelima, bernalar kritis yaitu kebal terhadap hoaks. “Bernalar kritis dalam memecahkan masalah, kemampuan berpikir secara adiktif,” jelas Mendikbud.

Karakter keenam yang harus dimiliki yaitu mandiri. Kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, meregulasi diri sendiri, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat. Mendikbud menggambarkannya dengan sosok individu yang memiliki inisiatif untuk memperbaiki dirinya sendiri.

“Jika nilai-nilai karakter itu ditanamkan pada generasi muda sedini mungkin, akan tertanam nilai karakter Pancasila dan dapat melahirkan bibit unggul yang dapat mewujudkan cita-cita bangsa,” ungkap Mendikbud.

Hal senada juga dikatakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono.

“Membentuk karakter peserta didik bukan sekedar membuat anak itu begitu cerdik pandai, tetapi harus membuat anak didik menjadi berbudaya dan berkarakter yang baik,” terangnya yang hadir mewakili Menko PMK, Muhadjir Effendy.

Menurut Deputi Agus Sartono, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah harus dilakukan secara konsisten. Pengembangan karakter dapat dilakukan melalui keteladanan. Jika dilakukan, diajarkan, dibiasakan dan dilatih konsisten secara terus menerus karakter baik akan menjadi budaya dan akan melekat dalam pribadi generasi muda.

“Oleh karenanya, saya berpesan kepada seluruh tenaga pendidik jangan bosan dalam mendidik peserta didik menjadi berbudaya, jadilah setiap dari kita, guru di lingkungan masing-masing,” pesan Agus Sartono.

Dalam laporannya, Seketaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na`im menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan, dosen, dan pelaku budaya, orang tua, siswa dan mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia terhadap kegiatan ini. “Berdasarkan informasi yang saya terima, jumlah sahabat karakter yang mendaftar diri mengikuti seminar ini yaitu 1.600 orang pendaftar. Saya sangat terkesan,” ungkap Ainun.

Adapun Seminar Virtual Nasional ini terbagi ke dalam tiga subtema.  Subtema pertama, “Pendidikan dan Kebudayaan Bersinergi Untuk Indonesia Maju” dengan sasaran pendidik dan pelaku budaya. Subtema kedua, “Pelajar dan Identitasnya sebagai Profil Pelajar Pancasila” dengan sasaran peserta didik. Subtema ketiga yaitu “Mewujudkan Keluarga Cerdas Berkarakter” dengan sasaran orang tua peserta didik.

Menurut Ainun, kegiatan ini merupakan upaya Puspeka dalam menjembatani dan menginspirasi pentingnya penguatan karakter bagi seluruh elemen masyarakat. “Kegiatan ini sekaligus memberikan wadah dan kesempatan bagi Sahabat Karakter untuk dapat berkarya dan berbagi pesan positif dalam penguatan karakter melalui karya orisinil yang berkualitas”, lanjutnya.

Ainun Na`im menambahkan pentingnya penanaman penguatan karakter dalam membentuk pribadi generasi muda yang lebih baik agar mampu bersaing di masa yang akan datang. “Melalui kegiatan ini saya harap, peserta memahami pentingnya penguatan karakter demi kemajuan negara kita tercinta yang semakin terinspirasi dan tergerak aktif untuk menguatkan karakter,” tutup Sesjen Kemendikbud.

Tercatat, ada beberapa rangkaian kegiatan dalam PUSAKA yaitu Seminar Virtual Nasional PUSAKA, Pameran Virtual, Parade Aksi, serta Malam Apresiasi bagi Sahabat Karakater dengan segmen spesial yaitu Bincang Mendikbud bersama perwakilan orangtua, murid, dan guru yang dapat disaksikan di Metro TV, tanggal 12 Desember 2020, pukul 19.00 – 20.30 WIB. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post