Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Kemendikbud Gelar Festival Gamelan Internasional di Solo

International Gamelan Festival (IGF) dimaksudkan untuk menyediakan arena bagi para ahli, pemikir dan peminat gamelan agar saling bersilaturahim, berziarah dan merajut imajinasi. (Instagram)

Festival Gamelan Internasional adalah ajang berkumpulnya para ahli dari seluruh dunia yang pernah meneliti atau mempunyai minat studi tentang gamelan untuk melakukan semacam mudik atau kembali pulang.

SOLO-KABARE.ID: Sejumlah seniman dari dalam dan luar negeri akan berkumpul dalam Festival Gamelan Internasional (International Gamelan Festival-IGF) yang akan diselenggarakan di Kota Solo dan beberapa kota lainnya pada 9-16 Agustus 2018.

"IGF ini dimaksudkan sebagai momentum mudik bagi para ahli yang pernah meneliti atau mempunyai minat studi tentang gamelan untuk melakukan semacam mudik atau kembali pulang," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Acara itu akan bertempat di lokasi ikonik di Kota Solo, antara lain Benteng Vastenburg, ISI Solo, City Walk Slamet Riyadi, nDalem Joyokusuman, Lokananta dan beberapa tempat ikonik lainnya.

Menurut Hilmar, Solo sangat lekat dengan julukan Kota Budaya. Kota Solo juga dapat dibilang sebagai salah satu kiblat budaya, bukan hanya Indonesia tetapi dunia.

Solo sebagai Kota Bengawan disebut menjadi tempat lahirnya para maestro seni sehingga menarik minat orang-orang dari berbagai daerah maupun negara datang untuk belajar kesenian.

Nama sejumlah tokoh seperti Djaduk Ferianto, Joko Porong, Rahayu Supanggah dan maestro lain dipastikan turut ambil bagian dalam gelaran festival bergengsi itu.

IGF yang digelar untuk kali pertama di Indonesia oleh Kemendikbud ini akan diisi dengan serangkaian kegiatan yang sarat dengan nilai-nilai filosofi hingga diaspora Gamelan di berbagai wilayah dan disiplin ilmu.

Beberapa mata acara disiapkan seperti pentas kebaruan Gamelan, diskusi, pentas gamelan keraton yang melibatkan Solo, Cirebon, Kalimantan, Sumenep hingga Malaysia.

Festival itu juga akan diikuti kelompok gamelan dari beberapa negara seperti Jepang, Malaysia, Amerika dan Australia.

Gamelan adalah salah satu jenis musik paling kuno yang masih hidup dan berpengaruh luas hingga kini. (ant/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post