Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Kemendikbud Garap Tari Semi Kolosal untuk Memeriahkan HUT RI di Istana

Seratus pelajar berlatih menari di kantor pusat Kemendikbud. (Foto: Kemendikbud)

Akan ada seratus penari terbaik dari SMP, SMA, dan perguruan tinggi di Jakarta untuk memeriahkan rangkaian peringatan HUT RI ke-74 di Istana Merdeka, Jakarta.

JAKARTA - KABARE.ID: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Sanggar Bharata Muda melatih seratus penari terbaik dari SMP, SMA, dan perguruan tinggi di Jakarta untuk memeriahkan rangkaian peringatan HUT RI ke-74 di Istana Merdeka, Jakarta. Pelatihan ini sudah dimulai sejak 2 Agustus 2019 lalu.

Teguh Ampiranto, staf Direktorat Kesenian, Kemendikbud mengatakan, tahun ini konsep tari yang akan ditampilkan adalah Mataya Swarnadwipa dari Sumatra.

"Mataya Swarnadwipa merupakan untaian garapan tari sebagai ungkapan ekspresi budaya dari bumi Sumatera," kata Teguh Ampiranto yang juga bertugas sebagai sutradara Mataya Swarnadwipa, di sela-sela latihan di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, Rabu (7/8/19).

Ia mengatakan, Mataya Swarnadwipa akan menampilkan enam koreografi dari Sumatra, yaitu Tari Umbul-umbul Sriwijaya, Tari Persembahan Gending Sriwijaya, Tari Ulos Pane, Melinting Palas Pasemah, Dol Basemah, dan Tari Selampit Delapan Muaro Jambi.

"Masing-masing tarian mewakili beberapa daerah di Pulau Sumatra. Seperti Tari Gending Sriwijaya dan Tari Umbu-umbul Sriwijaya dari Palembang, Melinting Palas Pasemah dari Lampung, Dol Basemah dari Bengkulu, dan beberapa koreografi lainnya," kata pria yang biasa disapa Kenthus itu.

Menurut Kenthus, koreografi dan ragam gerak Mataya Swarnadwipa adalah simbol kejayaan, persatuan dan kesatuan, serta sendi-sendi kenegaraan yang mencerminkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Indonesia. M

Mataya Swarnadwipa dikemas dalam garapan tari kreasi yang berakar pada tradisi, tetapi lekat dengan nuansa kontemporer. Seratus penari ini dipandu oleh penari-penari muda yang sudah lama berkecimpung di dalam garapan-garapan tari etnik dan modern. (*) 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post