Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Kemdikbud Gelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2018

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Supriano bersama jajaran guru usai melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional 2018 di Jakarta, Senin (26/11). (Yesika Dinta/JawaPos.com)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional 2018 di halaman kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018). Upacara diikuti para guru dan siswa, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.

JAKARTA-KABARE.ID: Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Supriano memimpin upacara tersebut. Dia membacakan pidato Mendikbud bertajuk “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21”.

"Tema tersebut dipilih mengingat tantangan pendidikan di abad 21 semakin berat. Hal ini menyangkut sikap mental dan komitmen para guru. Terutama untuk meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman," ujar Supriano di lokasi.

Untuk itu, diperlukan guru yang profesional. Guru yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

"Tugas guru sebagai pendidik adalah menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupannya. Termasuk dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak serta sebagai inspirator bagi anak didiknya," tuturnya.

Setidaknya, terdapat tiga ciri guru profesional yang harus dimiliki. Pertama, guru profesional adalah guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik. Guru abad ke 21 harus mampu menyiapkan peserta didik yang terampil, berpikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi.

"Hal tersebut tentu tidak akan dapat diwujudkan jika para guru berhenti belajar dan mengembangkan diri," kata dia.

Kedua, seorang guru yang profesional hendaknya mampu membangun kesejawatan antar sesama guru untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan meningkatkan kecakapan agar dapat mengikuti laju perubahan zaman.

"Bersama teman sejawatnya pula guru terus merawat muruah dan menguatkan posisi profesinya. Jiwa korsa guru harus senantiasa dipupuk agar dapat saling membantu dan mengontrol satu sama lain," jelasnya.

Ketiga, seorang guru yang profesional hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya. "Dengan segala tantangan dan hambatan, para guru Indonesia berada di garda terdepan dalam pencerdasan kehidupan bangsa," pungkasnya. (JPC/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post