Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Keluyuran Saat Jam Pelajaran, Ratusan Pelajar di Aceh Terjaring Razia

Foto: infopublik.id

Razia dilakukan untuk menindaklanjuti dan mengevaluasi Instruksi Bupati Bener Meriah dalam upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

ACEH - KABARE.ID: Ratusan pelajar di Kabupaten Bener Meriah, Aceh terjaring razia sedang bermain di luar rumah, di mana seharusnya mereka berdiam diri di rumah untuk belajar.

"Bahkan fakta yang kita temukan para orang tua malah membawa anaknya ikut serta belanja ke pasar, bukan malah disuruh tetap di rumah, memanfaatkan waktu untuk belajar secara mandiri,”  kata Kepala Dinas Pendidikan Bener Meriah, Sukur, pada Rabu (1/4/20200).

Sebagai diketahui, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, telah memperpanjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah seluruh sekolah mulai dari jenjang PAUD, TK, SD dan SMP selama 71 hari terhitung sejak 20 Maret 2020 sampai dengan 29 Mei 2020, sesuai  Instruksi Bupati Bener Meriah Nomor: 03 Tahun 2020 tanggal 27 Maret 2020.

Razia tersebut digelar oleh jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Waliyatul Hisbah (Pol PP dan WH) Kabupaten Bener Meriah.

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti dan mengevaluasi Instruksi Bupati Bener Meriah dalam upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Untuk menertibkan anak-anak tidak keluyuran sesuai arahan Bupati, ada dua tim yang dibentuk untuk melakukan razia di beberapa titik.

"Tim pertama saya sendiri yang pimpin  didampingi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Al Huda dan salah staf Bidang GTK Amiruna bersama 8 anggota Pol PP dan WH. Kami melakukan razia di kawasan Simpang Balik Kecamatan Wih Pesam kemudian di Lampahan Kecamatan Timang Gajah dan berakhir di Blang Rakal Kecamatan Pintu Rime Gayo," kata Sukur.

“Dari tiga titik yang dirazia tim satu, ratusan para pelajar kita dapat. Kita berikan arahan, bimbingan dan nasehat serta mengingatkan para orang tua,” ujar Sukur.

Sedangkan tim kedua, dipimpin oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Saidi M. Nurdin, didampingi Kepala Pembinaan Pendidikan Dasar Sabri, dan Plt. Kasi Sarana Prasarana Surahman bersama 8 personil Pol PP dan WH ke arah Buntul Kemumu, Kecamatan Permata, Pondok Baru Kecamatan Bandar dan berakhir di Simpang Tiga Redelong Kecamatan Bukit.

"Tim dua juga melakukan hal sama merazia dan memberi arahan dan bimbingan serta nasehat kepada ratusan pelajar termasuk mengingatkan para orangtua," jelas Sukur.

Menyikapi banyaknya pelajar baik TK, SD dan SMP bahkan SMA dan SMK yang tidak memanfaatkan waktu libur ini untuk tetap melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah, Kepala Dinas Pendidikan ini kembali mengimbau para orang tua untuk terus mengawasi secara ketat agar para pelajar yang kini diliburkan untuk tetap berada di rumah masing-masing dan belajar dengan semaksimal mungkin.

“Mohon Bapak Ibu para orangtua untuk mengawasi para siswa yang diliburkan untuk memanfaatkan dan mengisi waktu untuk belajar di rumah, menjaga agar para anak didik yang kita liburkan ini tidak keluyuran tanpa tujuan yang jelas,” ujar dia.

"Serta menghindari mereka berinteraksi dengan komunitas dan pergaulan yang justru dapat mengundang mereka dapat tertular virus mematikan ini dan hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan tujuan mereka itu diliburkan, jangan justru sebaliknya justru malah mereka dibawa ke pasar," kata Sukur kembali mengingatkan. (*)


 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post