Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Keluar dari Ekstremisme: Delapan Kisah 'Hijrah' dari Kekerasan Menuju Binadamai

Diskusi buku Keluar dari Ekstremisme: Delapan Kisah 'Hijrah' dari Kekerasan Menuju Binadamai. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)

Buku ini berisi kisah orang-orang yang sudah hijrah dari ekstremisme dan kini bekerja dalam rangka binadamai.

JAKARTA-KABARE.ID: Pusat Studi Agama dan Demokrasi (Pusad), Yayasan Paramadina, Jakarta menggelar peluncuran dan diskusi buku Keluar dari Ekstremisme: Delapan Kisah 'Hijrah' dari Kekerasan Menuju Binadamai di gedung Perpustakaan Nasional, Jl Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Selasa (27/2).

Buku ini berisi kisah orang-orang yang sudah hijrah dari ekstremisme dan kini bekerja dalam rangka binadamai. Mereka mencakup mantan tentara anak di Maluku, mantan teroris-jihadis di Poso, pembangun rekonsiliasi antara pihak-pihak yang berseberangan terkait peristiwa 1965 di Jawa dan Nusa Tenggara Timur, dan mantan korban/pelaku konflik kekerasan di Ambon dan Aceh.

Ihsan Ali-Fauzi dari Pusat Studi Agama dan Demokrasi Yayasan Paramadina yang juga menjadi salah satu panelis dalam diskusi ini mengatakan, buku 'Keluar dari Ekstremisme' menulis delapan kisah yang dapat diambil pelajaran bagaimana para ekstremisme sudah tidak mau lagi atau berhenti menjadi radikal atau teroris.

"Kampanye kontraradikalisme atau kontraekstremisme akan berlangsung lebih efektif jika hal itu dilakukan dengan memperlihatkan teladan orang-orang yang sudah keluar dari ekstremisme, apalagi jika hal ini dilakukan melalui sarana audio-visual, yang akan jauh lebih menyentuh," kata Ihsan.

Selain Ihsan, beberapa panelis yang juga mengupas tentang buku ini di antaranya, Sidney Jones dari Institute for Policy Analysis of Conflict, Jacky Manuputty dari Lembaga Antar Iman Maluku yang juga mantan ekstremisme dan salah satu penulis dalam buku ini, serta Zainal Abidin Bagir dari Pusat Studi Agama dan Lintas-Budaya, UGM yang juga bertindak sebagai moderator.

Acara berlangsung meriah dengan beragam tanggapan dari para penonton, salah satunya mendesak para pembicara untuk mengungkap siapa dibalik dalang-dalang kerusuhan yang ada di Indonesia.

(Ki-ka) Ihsan Ali-Fauzi, Jacky Manuputty, Zainal Abidin Bagir dan Sidney Jones. (Foto: Baskoro Dien/ Kabare.id)



Selain diskusi buku, acara juga dilengkapi dengan pemutaran dan diskusi "Jalan Pulang", film semi-dokumenter tentang reintegrasi mantan teroris-jihadis di Poso, Sulawesi Tengah, berdasarkan pengalamannya sendiri.

Para pembicara dalam acara ini di antaranya, sutradara film Arifuddin Lako, produser film Adriany Badrah dan Rival “Pallo” Himran selaku penulis dan penyanyi theme song film "Jalan Pulang". (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post