Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Kejuaraan Selancar Dunia di Bali Berdampak Positif Bagi Pariwisata Indonesia

Peselancar sedang beraksi di World Surf League (WSL) Champions Tour 2019. (Foto: dok. Kemenpar RI)

Kejuaraan selancar dunia atau World Surf League (WSL) Champions Tour 2019 yang digelar di Pantai Keramas, Kabupaten Gianyar, Bali pada 13 - 25 Mei 2019 diyakini berdampak positif bagi pariwisata di Tanah Air.

BALI-KABARE.ID: Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata Indroyono Soesilo mengatakan, WSL Champions Tour 2019 masuk dalam kategori sport tourism bergengsi karena diikuti puluhan peselancar kelas dunia dari berbagai negara dunia. Otomatis jutaan pasang mata akan melihat seperti apa keindahan pantai dan ombak yang bagus di Gianyar, Bali.

“Tahun lalu 5 juta orang melihat kejuaraan ini streaming dari berbagai dunia. dan tahun ini diperkirakan akan lebih, lantaran perhari ini saja sudah satu juta orang yang liat,” kata Indroyono dalam keterangan resmi Kemenpar, Senin (13/5).

Kejuaraan dunia WSL Champions Tour disiarkan di website www.worldsurfleague.com atau bisa diunduh dengan aplikasi di android ataupun Ios WSL. “Event berskala internasional ini mampu mengangkat citra Bali sebagai daerah tujuan wisata. Tahun ini merupakan yang ke-4, setelah event serupa tahun 2008, 2013 dan 2018,” ujarnya.

Peselancar sedang beraksi di World Surf League (WSL) Champions Tour 2019. (Foto: dok. Kemenpar RI)


Ada tiga hal strategis terkait dukungan promosi Kemenpar di event ini, kata Indroyono. Pertama, penggemar selancar adalah wisatawan mancanegara (wisman) yang kebanyakan berasal dari Australia. “Para surfer itu spendingnya 80 dolar AS perhari dengan lama tinggalnya minimal satu minggu. Mereka datang dengan keluarga, tim, bahkan fans,” katanya.

Ia menambahkan, para surfer sudah menjadikan Bali sebagai the second home. Mereka sudah familiar berselancar di ombak Kuta Bali. “Market-nya sudah jelas, mereka sudah ke Bali. Sekarang tinggal diperkenalkan spot baru itu ke negaranya,” kata Indroyono.

Dikesempatan yang sama perwakilan WSL Indonesia, Tipi Jabrik menambahkan Pantai Keramas dipilih sebagai lokasi pertandingan WSL World Championship Tour 2019 karena ombak yang baik dengan ditunjang infrastruktur yang memadai sesuai persyaratan yang diminta panitia lomba.

"Ke depan, saya berharap seluruh komponen menjaga kelestarian pantai agar kondisi ombak bisa tetap baik untuk mendukung pelaksanaan kejuaraan selancar," ujarnya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post