Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Kebaikan yang Bersatu Jadi Tema Solo Batik Carnival 2018

Anggota Solo Batik Carnival (SBC) berpose untuk memperkenalkan atribut busana SBC 2018 di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/7/2018). (Instagram/event.solo)

Busana SBC 2018 yang mengangkat tema Ika Paramarta-Indonesia Satu tersebut menampilkan kesatuan dari beragam kekayaan busana batik daerah di Nusantara yang akan dipakai peserta SBC pada 14 Juli 2018 mendatang.

SOLO-KABARE.ID: Karnaval Batik Solo atau Solo Batik Carnival (SBC) ke-11 akan digelar akhir pekan ini, Sabtu (14/7/2018).

Mengangkat tema Ika Paramartha Indonesia Satu (kebaikan yang bersatu), perhelatan SBC kali ini akan menampilkan kostum dari beberapa provinsi di Indonesia.

"Gelaran kali ini diharapkan semakin menjaga kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka dari itu, kami akan menampilkan perwakilan dari delapan provinsi besar di Indonesia,” ujar Ketua Yayasan SBC, Lia Imelda, seperti dikutip Jawapos.com, Selasa (10/7/2018).

Delapan provinsi yang dipilih, antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bali, NTT, Papua, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Kostum-kostum tersebut akan ditampilkan dengan kekhasan dari setiap provinsi, dari Jawa Tengah misalnya ada Jawa Dwipa, DKI ada Lenggang Batavia, Sumatera Barat ada Nagari, Kalimantan Timur dengan Dayak Borneo, Sulawesi Selatan ada Mappalili Mamiri, NTT ada Sasando, dan Papua dengan Tana Sagojo.

Anggota Solo Batik Carnival (SBC) berpose untuk memperkenalkan atribut busana SBC 2018 di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (10/7/2018). (Instagram/event.solo)

 

Kendati hanya delapan jenis kostum, nantinya ada 158 peserta dan 38 di antaranya adalah kategori anak-anak. "Untuk penampilannya nanti ada delapan devile atau kelompok yang disesuaikan dengan provinsinya," ungkap Lia.

Seperti tahun lalu, pembukaan gelaran SBC tahun ini akan dilakukan di Stadion Sriwedari. Selanjutnya, peserta berjalan mulai dari stadion menuju Benteng Vastenburg. Acara akan dimulai pukul 13.00 WIB.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo, Hasta Gunawan menambahkan, yang berbeda dari SBC tahun ini adalah adanya upaya pendampingan, jadi kostum yang digunakan peserta adalah hasil karya sendiri, bukan membeli.

"Dengan begitu akan lahir kreasi dari para peserta. Selain itu, nantinya even juga diharapkan mampu menyedot pengunjung, larena gelarannya bersamaan dengan Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Kopapdi) di Solo," tandasnya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post