Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

KBRI Phnom Penh Promosikan Kuliner Indonesia

Tempe, Salak hingga batik Indonesia kembali eksis di Phnom Penh. (Foto: Kementerian Luar Negeri)

Di penghujung tahun 2018, KBRI bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) serta masyarakat Indonesia memanfaatkan momentum Peresmian Win Win Memorial Monument di Phnom Penh, Kamboja untuk memperkenalkan kuliner otentik Indonesia seperti rendang, mie goreng, lupis, tempe mendoan, hingga buah salak.

KAMBOJA-KABARE.ID: Pada hari pertama, Booth KBRI belum rampung dibuka, tetapi aroma makanan khas Indonesia berhasil menarik para pengunjung untuk antri menanti di depan booth. Selain Booth KBRI, terdapat 540 booth lainnya yang berpartisipasi, termasuk masyarakat internasional, yaitu RRT, India, Vietnam, dan Myanmar.

Dalam acara itu, pariwisata dan budaya Indonesia terus dipromosikan. Maskot booth Indonesia kali ini adalah seorang mahasiswi Indonesia yang sedang magang di KBRI Phnom Penh atas nama Putri. Ia mengenakan kostum Tari Pendet dari Bali. Untuk menambah suasana Indonesia, terpajang juga Gebogan Bali (buah susun) lengkap dengan dupa serta alunan musik rindik.

Buah salak Indonesia juga menjadi primadona yang nyaris tidak pernah sepi peminat. Selain distributor salak, dari Indonesia juga ada distributor minyak goreng Tropikal dan Indomie serta pemasok suvenir seperti tas dan baju batik yang hadir pada kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini.

“Kita harus memanfaatkan segala peluang di Kamboja untuk mempromosikan Indonesia. Saya mengapresiasi DWP KBRI Phnom Penh yang telah bersama-sama masyarakat Indonesia mengkoordinir partisipasi Indonesia dalam kegiatan akhir tahun yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Kamboja ini,” ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng dalam keterangan resmi, Rabu (2/1/2019). 

Baca juga: KBRI Hanoi Gelar Konser From Indonesia to Vietnam With Love

Peresmian monumen yang tingginya 54 meter ini dibuka oleh Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen pada Sabtu (29/12/2018). Acara tersebut, diperkirakan dikunjungi sekitar 30.000 pengunjung.

Inagurasi Win Win Memorial ini dibangun dalam rangka memperingati 20 tahun Win Win Policy (1998-2018). Rangkaian program diisi oleh pameran makanan minuman, pertunjukan budaya, kegiatan olahraga, dan panggung gembira menyambut tahun baru 2019.

Bagian bawah Monumen berbentuk segi lima, mewakili lima titik strategis yang dijuluki PM Hun Sen "DIFID", yang merupakan singkatan dari "Divide, Isolate, Finish, Integrate and Development". Sementara bagian atas adalah monolit segitiga setinggi 33 meter.

PM Hun Sen menyatakan bahwa monumen tersebut mewakili rekonsiliasi nasional, kemerdekaan, persatuan, kedaulatan, pembangunan, dan kemakmuran bagi Kamboja. Dikatakan PM Kamboja bahwa monumen tersebut adalah bukti bahwa Kamboja telah dipersatukan, dengan kemenangan atas perang, genosida, pembagian dan kontrol, kemiskinan dan campur tangan asing, dan saat ini Kamboja memimpin masa depannya menuju kemakmuran dan perdamaian jangka panjang. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post