Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
SENI BUDAYA

Kartunis Dunia Gelar Pameran Melawan Perang

Poster pameran kartun berjudul "War SA. (mononews.gr)

Dengan menggunakan bahasa universal dan kekuatan seni membuat sketsa, kartunis dunia mengirimkan teriakan kesedihan dan simpati yang cinta damai, sebuah pesan bergambar tentang persahabatan bangsa-bangsa melawan bom dan kematian.

YUNANI-KABARE.ID: Sebuah pameran kartun yang bertujuan untuk menunjukkan perang melalui mata kartunis terkenal diresmikan pada Selasa (15/5), di aula stasiun metro Syntagma di Athena.

Dengan tema "Membuat kartun, bukan perang", pameran kartun berjudul "War SA", berskala besar ketiga ini diadakan oleh Asosiasi Kartunis Yunani yang akan berlangsung hingga 20 Mei 2018. 

Dilansir dari antaranews.com, pameran ini bertujuan untuk mengirim pesan persatuan dan perdamaian untuk komunitas dunia.

"Kami memilih tema perang, karena kami tidak dapat mengalihkan pandangan kami dari apa yang terjadi di lingkungan kami, tetapi juga dari setiap sudut dunia yang terancam oleh elang-elang perang," tulis Asosiasi Kartunis Yunani dalam pesan yang dikutip Kantor Berita Xinhua.

Salah satu kartun yang ditampilkan di pameran kartun berjudul "War SA. (mononews.gr)

 

Dalam pesan tersebut, disebutkan masyarakat yang berkunjung ke Athena, serta ribuan komuter yang melewati stasiun kereta api metro Syntagma setiap hari, akan dikejutkan oleh kartun humor anti-perang yang penuh inspirasi.

Dengan menggunakan bahasa universal dan kekuatan seni membuat sketsa, kartunis ingin mengirimkan teriakan kesedihan dan simpati yang cinta damai, sebuah pesan bergambar tentang persahabatan bangsa-bangsa melawan militerisme, bom dan kematian.

Sebanyak 160 kartun dipajang oleh 32 tamu kartunis Yunani dan sembilan orang Portugis. Portugal adalah negara dengan tradisi besar ketika menyangkut kartun politik.

Dengan kartunis tamu dari negara yang berbeda setiap tahun, Asosiasi Kartunis Yunani ingin menjadikan pameran itu sebagai titik temu bagi para kartunis, baik dari Eropa maupun lokal. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post