Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Kampung Rado, Kampung Bebas Miras dan Narkoba di Wondama

Deklarasi kampung bebas miras dan narkoba di Kampung Rado, Wondama. (Foto: Kabartimur.com)

Warga setempat berkomitmen untuk tidak mengonsumsi, memproduksi atau mengedarkan segala bentuk miras dan narkoba.

WASIOR – KABARE.ID: Kampung Rado di Distrik Wasior resmi memproklamirkan diri menjadi kampung bebas minuman keras dan narkoba pertama di Kabupaten Teluk Wondama. Dikutip dari Kabartimur.com, deklarasi Kampung Rado sebagai kampung bebas miras dan narkoba dilaksanakan, Selasa (4/2/2020) di kantor kampung Rado.

Deklarasi tolak miras dan narkoba itu disaksikan oleh Sekda Kabupaten Teluk Wondama, Denny Simbar mewakili Bupati Bernadus Imburi, Wakapolres Kompol Lang Gia, Kepala Distrik Wasior Antonius Alex Marani, Kapolsek Wasior Iptu Suhardi serta sejumlah pejabat lainnya.

Di hadapan para petinggi daerah itu, warga Kampung Rado dengan komando dari sang kepala kampong, Lodewik Manaruri mendeklarasikan tiga butir komitmen bersama. Yaitu pertama, tidak mengonsumsi miras dan narkoba. Kedua, tidak memproduksi dan menjual miras juga narkoba. Dan ketiga, siap menerima sanksi dari aparat kampung dan petugas Polri jika melanggar.

“Ini sudah menjadi komitmen bersama kami bersama tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat bersama semua masyarakat untuk menjadikan Kampung Rado Kampung Bebas Miras dan Narkoba,” ucap Manaruri.

Sekda Denny Simbar menyatakan, Pemkab Teluk Wondama menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif dari masyarakat kampung Rado yang telah bersepakat menjadikan kampung mereka bebas dari pengaruh miras dan narkoba. Ia menyebut, data data Polres Teluk Wondama, 95 persen tindak kriminalitas di Wondama selama ini dipicu oleh kebiasaan minum minuman beralkohol.

“Artinya kalau penggunaan miras ini dapat kita tekan akan memberikan dampak pada penurunan angka kriminalitas, gangguan keamanan dan ketertiban yang sangat siginifikan. Sudah pasti itu,” ucap Sekda.

Harapan senada juga disampaikan Wakapolres Kompol Lang Gia. Pihaknya berharap pencanangan kampung Rado bebas miras dan narkoba dapat menumbuhkan kesadaran baru bagi segenap masyarakat untuk bersama-sama menghilangkan kebiasaan menenggak minuman keras maupun menjadi pecandu narkoba.

“Kalau miras banyak pasti tindak kriminal banyak. Jadi perlu ada pembatasan miras supaya masyarakat bisa hidup tenang. Kalau tidak setiap hari orang baku pukul, baku kejar karena mabuk. Suami kejar istri, isteri kejar suami, ada juga yang seperti itu,” ujar Lang Gia.

Apa yang dilakukan kampung Rado juga diharapkan dapat menjadi contoh dan diikuti kampung lainnya. “Harapan ini jangan hanya dideklarasikan tapi benar-benar kita laksanakan, implementasikan,” ucap Sekda Denny Simbar yang menyebut Pemkab akan mendorong lahirnya Perda tentang pembatasan miras di Wondama. (*)

 

Sumber: Kabartimur.com

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post