Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Kampung Budaya Sindang Barang Mengalami Kerusakan Hingga Terancam Dijual

Sejumlah bangunan di Kampung Budaya Sindang Barang mengalami kerusakan. (Foto: pesona.travel/ Roy Silitonga)

Sebanyak 22 bangunan rumah adat di Kampung Budaya Sindang Barang yang dibangun pada 2007 mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding dan lantai.

BOGOR-KABARE.ID: Sejumlah bangunan di Kampung Budaya Sindang Barang di Desa Pasir Eurih, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, banyak yang rusak parah.

Seperti diberitakan TribunnewsBogor.com, Rabu (5/12/2018), bagian atap bangunan tampak ditambal dengan sponge. Dinding bangunan yang terbuat dari bilik pun banyak yang sudah rusak.

Kokolot (orang tua) Kampung Budaya Sindang Barang, Ukat Sukatma mengatakan, ada 22 bangunan di Kampung Budaya Sindang Barang dan hampir seluruhnya rusak parah. Hampir seluruh atap, dinding, dan lantai bangunan sudah banyak yang rusak.

Untuk meminimalisir kerusakan yang ada, pihaknya hanya melakukan penambahan agar rumah adat tidak bocor ketika turun hujan. "Kalau tidak dilakukan perbaikan kecil, malah makin rusak bangunan di sini. Bangunan di sini kan dari kayu," kata Sukatma.

Ia menambahkan, atap-atap rumah adat banyak yang bolong dan rusak lantaran termakan usia.

"Kalau terkena angin, injuk (atap) bakal sedikit terbuka. Kalau terbuka, air bakal masuk ke dalam bangunan dan akan meresap ke kayu bangunan. Makanya, lama kelamaan kayu akan reyot dan melunak," jelasnya.

Sejumlah bangunan di Kampung Budaya Sindang Barang mengalami kerusakan. (Foto: pesona.travel/ Roy Silitonga)

 

Menurutnya, untuk perbaikan dibutuhkan dana hingga Rp 900 juta. "Dana perbaikan sekira Rp 800 juta sampai Rp 900 juta. Dulu saja saat perbaikan atap di seluruh bangunan, kena biaya sekira Rp300 juta," tambahnya.

Ia bercerita, banyak pengunjung yang merasa tidak nyaman lantaran melihat kondisi bangunan yang sudah rusak. Padahal, kata dia, Kampung Budaya Sindang Barang sempat dijanjikan akan mendapatkan bantuan dari Pemerinta Provinsi (Pemprov) Jawa Barat ketika masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher).

Namun, pencairan dana tertunda dan harus pengajuan ulang lantaran pergantian Gubernur Jawa Barat yang baru, yakni Ridwan Kamil. "Dulu saat pemerintahan Pak Aher sudah di-acc. Tapi setelah pergantian gubernur yang baru, proses lagi pengajuan dananya. Umpamanya, yang tadinya proses dana bantuan akan turun sudah 90 persen, karena ada gubernur baru, jadi proses ulang lagi," tuturnya.


Terancam dijual

Sukatma menjelaskan ada pihak setempat yang berencana menjual kampung budaya tersebut ke pihak swasta, jika bantuan yang diajukan kepeda pemerintah tak kunjung turun. Sebab, saat ini kondisi bangunan sudah rusak parah dan harus segera diperbaiki.

"Kata Kepala Adat, kalau sekiranya dana bantuan untuk perbaikan kampung budaya tidak turun, mungkin kampung budaya akan dijual. Tapi tidak semata-mata dijual dan hilang, namun mencari orang yang mau meneruskan Kampung Budaya Sindang Barang ini," jelasnya.

Ia menambahkan, pembeli yang berminat harus menandatangani perjanjian menjaga dan melestarikan kampung budaya yang sudah ada. “Dalam artian, pembeli tidak diperkenankan merubah Kampung Budaya Sindang Barang menjadi mal, taman, perumahan, atau tempat lainnya. Harus tetap menjadi kampung budaya," tandasnya. (bas)



Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Damanhuri, Baskoro

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post