Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Kampanye Jaga Hutan dengan Membagikan Masker

Sebanyak 2.000 masker dibagikan oleh HII kepada mahasiwa Atma Jaya. (Foto: dok. HII)

Puluhan ribu masker bertuliskan “Hutanku Napasku” dibagikan secara gratis di tujuh titik transportasi publik di Jabodetabek pada tanggal 26-28 Agustus 2019.

JAKARTA – KABARE.ID: Tujuan dari kampanye ini adalah untuk mengajak anak muda merayakan pentingnya hutan yang menyediakan udara bersih untuk napas Indonesia.

Ketujuh titik transportasi publik yaitu Stasiun Commuter Line Depok, Bekasi, Palmerah, Sudimara, dan Manggarai, Stasiun MRT Jakarta Lebak Bulus, dan Stasiun LRT Jakarta Velodrome. Pembagian dilaksanakan pada pukul 06.00-09.00 WIB dan 16.00-19.00 WIB.

“Total kami membagikan 30.000 masker. Dengan memakai masker ini, harapannya kita akan ingat dan juga mengingatkan sekitar kita akan hebatnya hutan yang walaupun jauh di mata, selalu menjaga hidup kita,” kata Riry Silalahi, Koordinator Kampanye Hutanku Napasku dalam siaran pers yang diterima Kabare belum lama ini.

Kampanye ini dimotori oleh Hutan itu Indonesia (HII), gerakan anak muda yang ingin menularkan rasa cinta terhadap hutan Indonesia kepada anak muda Indonesia lainnya. Kampanye ini juga bekerja sama dengan dua universitas terkemuka di Indonesia. 

Sebelumnya, pada 17 Agustus 2019 silam, HII telah membagikan masker ke 2.000 mahasiswa baru di Unika Atma Jaya, dan pada tanggal 23 Agustus 2019 HII membagikan masker ke 8.000 mahasiswa baru di kampus Universitas Indonesia. 

Sebanyak 8.000 masker dibagikan oleh HII kepada mahasiswa Universitas Indonesia. (Foto: dok. HII)


"Kita anak muda perlu banget bersuara dan menunjukkan kepedulian kita akan hutan Indonesia,” ujar Astrid, penyanyi yang sudah dari tahun 2016 terus mendukung gerakan Hutan itu Indonesia. “Hutanlah yang membuat rumah kita bersama ini segar dan nyaman. Tanpa hutan, kita tidak bisa menghirup udara bersih,” tambahnya.

Indonesia memiliki hutan hujan tropis ketiga terluas di dunia, yang merupakan rumah beragam flora dan fauna yang menjadikan negeri kita salah satu yang terkaya keanekaragaman hayatinya di dunia.

Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 Agustus 2019 menandatangani peraturan yang melarang dikeluarkannya izin baru untuk membuka lahan di hutan primer dan lahan gambut sebagai bentuk perlindungan hutan.

“Kami mengusulkan hari ditandatanganinya peraturan ini diresmikan sebagai Hari Hutan Indonesia, supaya kita punya satu hari khusus setiap tahun untuk merayakan kekayaan milik kita bersama ini,” kata Andre Christian, Ketua Hutan itu Indonesia. Hingga saat ini, lebih dari 1,4 juta orang telah menandatangani petisi  mendukung ditetapkannya Hari Hutan Indonesia. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post