Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

"Kado Lebaran", Tarif Tol Naik

Suasana proyek jalur Light Rail Transit (LRT) di sisi Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), ruas Bekasi, Jawa Barat. (Antara Foto/Muhammad Adimaja).

Semula, perubahan tarif itu berlaku mulai 13 Juni 2018. Namun, diubah menjadi 20 Juni 2018 pukul 00.00 WIB untuk menambah waktu sosialisasi agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui.

JAKARTA-KABARE.ID: Pengguna Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) akan mendapat "Kado Lebaran" dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupa pemberlakukan perubahan tarif Tol JORR mulai Rabu (20/6/2018) pukul 00.00 WIB.

Nantinya kendaraan golongan 1 berupa sedan, jip, pikap/truk kecil, dan bus dikenai tarif Rp15.000, golongan 2 dan 3 tarifnya Rp22.500, sementara golongan 4 dan 5 tarifnya Rp30.000.

Tarif sebelumnya untuk golongan 1 sebesar Rp9.500, golongan 2 Rp11.500, golongan 3 Rp15.500, golongan 4 Rp19.000, dan golongan 5 Rp23.000.

Tarif baru ini berlaku di ruas-ruas Tol JORR, seperti Penjaringan-Kebon Jeruk, Kebon Jeruk-Ulujami, Ulujami-Pondok Pinang, dan Pondok Pinang-Taman Mini.

Selain itu, Tol Taman Mini-Cikunir, Cikunir-Cakung, Cakung-Rorotan, jalan tol menuju Tanjung Priok, Rorotan-Kebon Bawang, dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami.  

"Pendapatan yang diperoleh dari gerbang tol sekarang memang lebih besar, tapi biaya perbaikan jalannya malah lebih besar," ujar Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, seperti diberitakan Kompas.com, Senin (11/6/2018).

Herry menuturkan, integrasi tarif ini memiliki beberapa tujuan. Pertama, mendorong kendaraan angkutan barang untuk mematuhi aturan muatan dan dimensi.

Selama ini, biaya pemeliharaan jalan yang ditanggung BUJT justru lebih besar karena pelanggaran yang dilakukan kendaraan atau truk angkutan barang tersebut.

Tujuan kedua, yakni waktu tempuh yang dijalani pengguna jalan tol menjadi lebih singkat karena gerbang tol yang dilewati berkurang. Hal itu juga berhubungan dengan sistem transaksi yang lebih simpel.

"Waktu tunggu di gerbang tol yang seharusnya tidak terjadi itu dikurangi, jadi pengguna tidak perlu menunggu lebih lama," tambahnya. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post