Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Kadin akan Gelar Indonesia Trade, Food Market and Investment Conference di Belanda

Ketua Komite Tetap Pengembangan Investasi Dalam Negeri, Kadin Indonesia, Reza V. Maspaitella. (dok. Kabare.id/ Baskoro Dien)

Kadin Indonesia Bidang Investasi bekerja sama dengan Provinsi Zeeland, Belanda beserta KBRI Den Haag akan menyelenggarakan acara Indonesia Trade, Food Market and Investment Conference di Middleburg, Belanda pada 31 Oktober – 3 November 2018.

JAKARTA-KABARE.ID: Acara ini akan mengangkat topik diskusi terkait Pengolalaan Air, Perikanan, Pertanian, dan Pangan. Terpilihnya kota Middleburg sebagai tempat acara tidak terlepas dari sejarah kedua bangsa, dimana kota ini adalah jalur rempah-rempah yang dibawa pemerintah Belanda dari Batavia dan Maluku.

Acara akan dimeriahkan pertunjukan budaya, diskusi bisnis, tur ke beberapa tempat hingga membuka peluang ekspor Indonesia ke Belanda.

Teknologi air laut hingga pertanian

Para peserta akan ditunjukan bagaimana Pemerintah Belanda menerapkan teknologi pencegahan air laut masuk ke daratan. Seperti diketahui 20 persen daratan di Belanda berada di bawah permukaan laut, menurut Wikipedia.

“Belanda adalah Negara yang terkenal dengan teknologi pengelolaan air lautnya. Kita akan melihat teknologi pengelolaan air laut agar tidak masuk ke daratan,” ujar Ketua Komite Tetap Pengembangan Investasi Dalam Negeri, Kadin Indonesia, Reza V. Maspaitella dalam sosialisasi Indonesia Trade, Food Market and Investment Conference di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Acara sosialisasi Indonesia Trade, Food Market and Investment Conference di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (3/10/2018). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Selain melihat teknologi pengelolaan air, peserta juga akan diajak mengunjungi Museum Ouwerkerk untuk mengetahui sejarah Negara Belanda yang pernah tenggelam. Sejarah inilah yang kemudian menginspirasi ilmuan mereka untuk menciptakan teknologi menahan air laut, jelas Reza.

Peserta juga akan diajak untuk mengunjungi Royal Netherland Intitute for Sea Research (NIOZ) untuk mendengarkan penjelasan tentang studi kelautan dan perikanan. Acara ini dapat dijadikan ajang transfer pengetahuan melalui kelompok diskusi.

Kemudian peserta akan diajak ke pusat pertanian Schellach dan de Rusthoeve untuk melihat penerapan teknologi pertanian modern. “Sesi ini sangat berguna bagi Pemda yang ingin mengembangkan teknologi pertanian modern, sehingga generasi muda mau jadi petani,” ujar Reza.

Akan ada juga dialog antar kedua Negara untuk meningkatkan aspek perdangan, khususnya ekspor rempah-rempah dari Indonesia ke Belanda. Juga promosi makanan dari kedua Negara yang disajikan dan dipaparkan di sana. Sehingga pengunjung bisa merasakan langsung dan membeli produk yang berasal dari Indonesia. Harapannya akan terjadi proses ekspor dari Indonesia ke Belanda.

Rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan pertunjukan seni budaya dari Indonesia.

Siapa yang boleh ikut?

Reza V. Maspaitella (tengah) di acara sosialisasi Indonesia Trade, Food Market and Investment Conference di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (3/10/2018). (Foto: Kabare.id/ Baskoro Dien)

 

Acara ini bisa diikuti oleh Pemkot, Pemda, Asosiasi terkait (Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan), perusahaan dan UMKM. Segala fasilitas telah disiapkan oleh Pemprov Zeeland mulai dari tempat menginap, konsumsi, hingga transportasi selama di Belanda. Peserta cukup menyiapkan dana tiket pesawat PP Jakarta-Belanda.

Untuk membatasi peserta, pihak Kadin akan menyeleksi peserta yang benar-benar siap untuk melakukan transaksi ekspor. Sehingga pelaku usaha yang mengikuti kegiatan ini benar-benar pengusaha yang terpilih. Pendaftaran masih terbuka hingga tanggal 12 Oktober 2018 dengan cara menghubungi Kadin Indonesia Bidang Investasi dalam Negeri.

Dalam sosialisasi yang dihadiri 30 peserta yang terdiri dari Pemkot, Pemda, asosiasi terkait, perusahaan dan UMKM, Reza juga menjelaskan platform Indonesia@ccess milik Kadin yang dapat menjembatani para pelaku usaha (petani, nelayan, UKM dan koperasi) di seluruh Indonesia dengan konsumen komoditi lokal dan internasional secara langsung.

“Platform digital Indonesia@ccess ini akan ditampilkan di acara Middleburg. Bagi pelaku usaha yang siap ekspor bisa menampilkan produknya di platform Indonesia@ccess agar dapat dilihat oleh calon pembeli di Belanda,” ujar Reza.

Indonesia@ccess juga bisa dijadikan rujukan tempat wisata menarik hingga jembatan untuk para investor melihat potensi di seluruh daerah di Indonesia. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post