Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
KABAR

Kabupaten Teluk Wondama Ikut Memeriahkan Kontak Tani dan Nelayan Andalan Provinsi Papua Barat

Kabupaten Teluk Wondama ikut memeriahkan Kontak Tani dan Nelayan Andalan Provinsi Papua Barat. (Dok. Pemkab Wondama)

Acara yang dilaksanakan dalam satu pekan ini menampilkan hasil-hasil pertanian dan perikanan yang telah di olah menjadi bahan-bahan yang bernilai ekonomis.

BINTUNI – KABARE.ID: Kabupaten Teluk Wondama ikut memeriahkan Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) se-Provinsi Papua Barat di Teluk  Bintuni. Acara yang dilaksanakan dalam satu pekan ini menampilkan hasil-hasil pertanian dan perikanan yang telah di olah menjadi bahan-bahan yang bernilai ekonomis. 

Tahun ini, kegiatan yang sudah digelar keempat kalinya di Provinsi Papua Barat ini  mengusung tema ”Berkarya dan berinovasi dengan hati dan kasih untuk kesejahteraan masyarakat Papua Barat yang lestari”.

Kegiatan ini didesain dalam bentuk  agrobisnis dan ekowisata berbasis teknologi dan konserfasi yang memiliki nilai strategis, terutama bagi pengembangan agrobisnis dan ekowisata di Papua Barat.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dalam sambutannya pada acara pembukaan menyampaikan, pembangunan pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan kehutanan merupkan program prioritas pembanguna nasional. Sektor ini berperan strategis dalam program perekonomian nasional.

“Sehingga saya berharap PEDA KTNA keempat ini menjadi sarana untuk berkomunikasi, mendomenstrasikan dan menukar pengalaman serta mengembangkan prestasi,” ujar Dominggus, seperti dikutip Kabare dari diskominfo, Rabu (24/7).

Sejumlah makanan olahan yang ditampilkan oleh Pemkab Teluk Wondama di acara Kontak Tani dan Nelayan Andalan Provinsi Papua Barat. (Foto: Pemkab Wondama)


PEDA KTNA keempat ini juga digelar sebagai wadah untuk mensosialisasikan paket teknologi untuk mengambarkan pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan ketahanan pangan, tambah Dominggus. “Selanjutnya perlu dirumuskan strategi untuk mencari kendala kendala yang dihadapi oleh para petani dan nelayan,” ujar Dominggus.

Untuk itu, lanjut Dominggus, di dalam pertemuan ini perlu disusun program program strategis untuk mengembangkan potensi komoditas lokal daerah dan mengelola SDA secara bijaksana, tetapi tetap memperhatikan pelestarian lingkungan.

“Mengkoordinir para petani dan nelayan untuk melakukan kegiatan kegiatan yang produktif dan memberikan dampak yang menguntungkan bagi kesejahteraan petani dan nelayan, serta mencari peluang peluang dan membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia menugaskan semua OPD untuk memberikan perhatian dalam membantu kinerja kelompok KTNA dan juga mensinkronkan pelaksanaan program dalam kegiatan pembangunan pertanian dan kelautan untuk mewujudkan kegiatan kegiatan kelompok tani dan nelayan andalan.

Dalam KTNA ke IV di Bintuni ini, Teluk Wondama menampilkan produk olahan pertanian seperti berbagai macam makanan hasil perkebunan, hasil-hasil olahan dari sagu, kerjinan noken somu,   produk – produk dan hasil-hasil pertanian perikanan  dan  kehutanan  (era/*)

 

Editor: Baskoro Dien

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post