Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Kabupaten Lumajang Jadi Proyek Percontohan Program Perhutanan Sosial di Indonesia

Foto: Istimewa

Pengelolaan Perhutanan Sosial yang cukup bagus di Lumajang diharapkan menjadi contoh wilayah lain di Indonesia, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

LUMAJANG - KABARE.ID: Kabupaten Lumajang menjadi pilot project program Perhutanan Sosial di Indonesia. Pengelolaan Perhutanan Sosial yang cukup bagus di Lumajang diharapkan menjadi contoh wilayah lain di Indonesia, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, Lumajang memiliki wilayah hutan negara sebesar 33 persen, yakni dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Perhutani. Karena itu dia berharap keberadaan hutan tersebut dapat memberikan hasil yang baik bagi masyarakat. 

"Saat ini di Lumajang (Desa Burno) sudah ada 940 hektare (ha) wilayah Perhutanan Sosial. Kami ingin ada perluasan wilayah menjadi 4.189 ha serta ada interkoneksi antar sektor pertanian, sehingga ada dampak baik bagi kesejahteraan masyarakat," katanya, sebagaimana diberitakan Inews.id, Jumat (15/1/2021). 

Saat ini pihaknya juga tengah menggarap kawasan Perkemahan Glagah Arum dengan luas 10,4 ha, wisata Ranu Pani dan pembangunan Universitas Islam Negeri (UIN) Ahmad Sidiq. Dia berharap dalam proses pembangunan serta pelaksanaannya mendapat dukungan dari pihak Kementerian RI. 

"Harapan kami, jika hal ini menjadi satu kesatuan daya dukung serta agar ada interkoneksi dengan seluruh sektor yang bisa mensejahterakan masyarakat," kata Thoriq saat Rapat Koordinasi (Rakor) Progres Program Perhutanan Sosial dan Food Estate secara virtual bersama Menko Maritim dan Investasi.

Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa manfaat Perhutanan Sosial yakni menggerakkan pertumbuhan ekonomi wilayah dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Selain itu, mengurangi ketimpangan penguasaan antar korporasi 96 persen dan masyarakat 4 persen menjadi korporasi 82 persen dan masyarakat 18 persen. 

Karena itu, pihaknya berharap pengelolaan Perhutanan Sosial sebaik-baiknya. "Perhutanan Sosial ini mampu mengurangi konflik tenurial, tingkat kemiskinan dan laju deforestasi," kata Luhut. 

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK), Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan bahwa KLHK sebagai leading sector memiliki beberapa program dalam Perhutanan Sosial di Kabupaten Lumajang, di antaranya yakni: agrosilvopastura, agroindustri, ekowisata, restorasi agriculture dan redistribusi lahan. 

"KLHK yang akan membantu mendorong setiap kegiatan yang didukung oleh kementerian atau lembaga di tingkat pusat," kata Siti Nurbaya. (*)

 

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post