Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Jokowi Tinjau Program Sambung Listrik Gratis di Bogor

Presiden Joko Widodo (tengah), didampingi Menteri BUMN, Rini Soemarno (kiri) saat meninjau program sambung listrik gratis di Bogor, Minggu (2/12/2018). (Foto: BPMI)

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa di Provinsi Jawa Barat ada kurang lebih 200.000 ribu rumah yang belum menikmati layanan listrik PLN secara langsung.

BOGOR-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau program 'BUMN Hadir Untuk Negeri: Sambung Listrik Gratis Bagi Keluarga Tidak Mampu' di Bogor, Minggu (2/12/2018). Lokasi pemasangan tepatnya berada di pemukiman warga Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Dari Istana Kepresidenan Bogor, Jokowi menuju lokasi dengan bersepeda. Sepanjang perjalanan, ia menyapa warga yang tengah berolahraga pagi dan beraktifitas di area car free day (CFD).

Tiba di lokasi, Jokowi kemudian menuju rumah warga dengan berjalan menyusuri gang untuk mengaktifkan aliran listrik secara simbolis ke rumah warga yang dibantu program tersebut dengan menekan tombol miniature circuit breaker (MCB).

Mengutip data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), saat ini terdapat 235.756 keluarga prasejahtera di Jawa Barat yang belum menikmati layanan listrik PLN secara langsung.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari, ratusan ribu rumah tersebut melakukan penyambungan listrik ke instalasi tetangga sekitar yang telah memiliki sambungan listrik.

“Ada yang memang belum ada listriknya, ada yang sudah ada listrik tetapi nyambung dengan tetangga atau dengan orang tua. Nah sekarang kita sambung secara mandiri," kata Jokowi.

Pada umumnya, mereka mengeluarkan dana kurang lebih Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per bulan untuk mendapatkan sambungan listrik dari tetangga. "Sekarang kita sambung secara mandiri.. Setelah sendiri seperti ini bayar kurang lebih Rp25 ribu sampai Rp30 ribu," kata Jokowi.

Perlu diakui bahwa selama ini banyak warga yang merasa kesulitan untuk melakukan penyambungan listrik mandiri secara resmi melalui PLN. Biaya penyambungan standar merupakan kendala utama yang mereka hadapi. (bas)

Sumber BPMI

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post