Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Jokowi Terima Ratusan Satpam di Istana Negara

Presiden Joko Widodo menerima ratusan Satpam di Istana Negara, Rabu (12/12/2018). (Foto: BPMI)

Ratusan tenaga satuan pengamanan (satpam) menghadiri Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional (Kipnas) Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, Rabu 12 Desember 2018.

JAKARTA-KABARE.ID: Dalam pembukaan konferensi tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa profesi satpam sebagai mitra Kepolisian sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat.

"Kehadiran satuan pengamanan sangat diperlukan karena memang polisi tidak bisa berada di semua tempat dalam setiap waktu sekaligus. Polisi sangat butuh kemitraan dan sangat terbantu dengan jasa pengamanan," kata Presiden.

Jokowi menjelaskan, rasa aman termasuk salah satu hal yang dibutuhkan untuk menumbuhkan investasi di Indonesia. Para investor akan berani menanamkan modalnya apabila rasa aman itu ada.

"Kalau investasi datang, orang membuka pabrik, industri, kantor dan lainnya. Artinya terbuka lapangan pekerjaan. Keamanan itu sangat diperlukan bagi sebuah negara," tuturnya.

Jokowi menekankan bahwa peran tenaga satpam tak terbatas hanya pada sisi pengamanan. Menurutnya seorang satpam juga wajah perusahaan maupun institusi yang memberikan kesan pertama.

"Setiap kita masuk ke kompleks kantor, mal, ataupun hotel yang kita temui pertama itu bukan direkturnya, bukan manajernya. Orang yang kita temui pertama adalah satuan pengamanan (satpam). Artinya satpam itu bukan semata-mata satuan pengamanan, tapi satpam adalah wajah dari sebuah perusahaan," kata Jokowi.

Dalam acara tersebut, Jokowi sempat mendengarkan keluhan dari seorang pengelola tenaga pengamanan yang hadir.

Ilal, begitu ia memperkenalkan diri, mengeluhkan kepada Presiden mengenai cukup tingginya biaya sertifikasi bagi para tenaga satuan pengamanan. "Biaya untuk sertifikasi profesi security masih agak mahal. Rata-rata Rp5 juta sampai Rp10 juta," keluhnya. (bas)

Sumber BPMI

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post