Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
BISNIS

Jokowi Terima Asosiasi Pengusaha Mikro Indonesia di Istana Merdeka

Presiden Jokowi menerima pengurus sejumlah asosiasi pengusaha UMKM di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/6) sore. (Foto: JAY/Humas Setkab)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima jajaran pengurus empat asosiasi pengusaha mikro Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/6) sore.

JAKARTA-KABARE.ID: Keempat asosiasi yang diterima Jokowi antara lain: Hipmikindo, Akumindo, Akumandiri, dan Hipmikimdo.

"Saya ingin pada sore hari ini mendapat masukan-masukan dalam rangka mendesain kebijakan utamanya yang berkaitan dengan usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah yang kita tahu jumlahnya terakhir data yang saya terima 62,9 juta unit usaha di Indonesia," kata Jokowi, seperti dilansir dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden.

Menurut Jokowi, potensi peningkatan UMKM di Indonesia masih sangat terbuka lebar. Keyakinannya itu didasarkan pada pengalamannya membangun UMKM mulai dari nol sebelum dirinya terjun ke dunia politik.

"Saya kira kita memiliki kesempatan yang masih sangat longgar sekali di Indonesia untuk mengembangkan usaha-usaha yang ada. Peluang-peluang seperti itu marilah kita gunakan sebaik-baiknya baik di usaha jasa, perdagangan, atau industri kecil dan menengah yang saya sendiri mengalaminya mulai dari nol," kata Jokowi.

Kepada para pengurus asosiasi dan himpunan yang hadir, Presiden juga menyinggung apakah UMKM-UMKM yang ada di Indonesia masih memerlukan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Namun, Jokowi mengingatkan agar fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh pemerintah jangan sampai mematikan jiwa kewirausahaan para pelaku UMKM di Indonesia.

"Tetapi juga hati-hati, fasilitas-fasilitas yang terlalu banyak itu kadang-kadang justru melemahkan (jiwa) entrepreneurship dari kita semua. Fasilitas perlu, tetapi jangan sampai melemahkan karakter entrepreneurship yang kita miliki," kata Presiden.

Ketua AKUMINDO M. Ikhsan Ingartubun menyampaikan keterangan pers usai diterima Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/6) sore. (JAY/Humas Setkab)


Sejumlah usulan yang disampaikan oleh pengurus asosiasi usaha kecil dan menengah antara lain: Pajak 0 persen untuk UMKM, keuangan syariah untuk ekonomi kerakyatan, jangan ada BI cheking untuk UMKM, termasuk dalam hal sertifikasi halal, dan hak paten yang saat ini masih dirasa terlalu sangat mahal dan berbelit-belit.

“Beberapa poin itu dicatat dengan baik dan harus dirumuskan para menteri supaya kalau perlu seperti sertifikasi-sertifikasi ini kalau perlu digratiskan supaya memudahkan cost dari usaha mikro kecil dan menengah,” ucap Ketua Akumindo, M. Ikhsan Ingartubun.

Ikhsan juga menyampaikan, bahwa sejumlah pengusaha menyampaikan usulan tentang perlunya Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM direvisi.

Usai bertemu, Presiden akan mengundang kembali para pengusaha UMKM sekitar 2-3 bulan untuk melakukan review atau membahas kebijakan yang akan dikeluarkan. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post