Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Jokowi Singgung Kejahatan di Laut di Konferensi Laut Sedunia

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Our Ocean Conference 2018 di Bali, Senin (29/10/2018). (Foto: BPMI)

Presiden Joko Widodo menyerukan kerja sama internasional dalam menjaga laut dan mengelolanya secara berkesinambungan. Menurutnya, sejumlah tantangan kelautan yang kini dihadapi membutuhkan aksi nyata dan perhatian bersama.

BADUNG-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka konferensi laut sedunia atau Our Ocean Conference (OOC) 2018 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Provinsi Bali pada Senin, 29 Oktober 2018.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan bahwa laut merupakan tulang punggung kehidupan dunia. Lebih dari 90 persen total volume perdagangan dunia dilakukan melalui laut. Sementara ratusan juta manusia juga hidup bergantung pada sektor perikanan dan rantai pasokannya. Namun, di sisi lain, lautan kita juga menghadapi sejumlah tantangan serius.

"Kejahatan di laut semakin marak. IUU Fishing, data FAO mengatakan, nilai jumlah ikan yang diambil secara ilegal besarnya sekitar 2,6 juta ton atau bernilai sekitar USD10-23 miliar setiap tahun. Adanya perompakan, perdagangan manusia, penyelundupan obat-obatan, perbudakan, dan lain-lainnya," kata Jokowi.

Permasalahan lainnya adalah, polusi laut yang diakibatkan sampah plastik, rusaknya terumbu karang, peningkatan suhu air laut, dan klaim maritim antarnegara yang tak terselesaikan juga menjadi ancaman nyata. Jokowi mengatakan bahwa OOC 2018 ini harus dapat menjadi motor perubahan terhadap komitmen penanganan tantangan itu.

"Jangan terlambat berbuat untuk laut kita. Satu negara tidak dapat menangani tantangan yang kita hadapi. Satu negara tidak dapat mengoptimalkan manfaat laut bagi masyarakat dunia. Pemerintah saja tidak mungkin menyelesaikan semuanya. Oleh karena itu diperlukan kerja sama, cooperation, colaboration," ujarnya.

Tahun ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan konferensi laut sedunia yang sudah berlangsung sejak 2014 lalu. Penyelenggaraan konferensi ini berupaya menjaga dan mengelola laut secara berkesinambungan. (bas)

Sumber BPMI

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post