Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Jokowi Minta Nadiem Buat Gebrakan untuk Pendidikan di Indonesia

Presiden Jokowi didampingi Wapres KH. Ma’ruf Amin menyampaikan arahan pada Rapat Terbatas mengenai Program dan Kegiatan di Bidang Kemenko PMK, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10). (setkab)

Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim membuat sebuah sistem aplikasi yang bisa mempercepat peningkatkan pemerataan kualitas guru dan pendidikan di Indonesia.

JAKARTA – KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua kementerian mendukung reformasi besar-besaran di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menciptakan SDM yang siap untuk bekerja, berwirausaha, dan berkarya. 

“Saya yakin menterinya sudah paham, Menkonya juga sudah berpengalaman,” kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada Rapat Terbatas Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (31/10).

Jokowi meminta kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim agar memanfaatkan teknologi untuk percepatan kualitas pendidikan yang merata dan efisien. Ia pun mengingatkan Mendikbud Nadiem untuk melihat Indonesia bukan hanya Jakarta dan Pulau Jawa. Namun, lebih dari itu, yakni dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, serta 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

“Lihatlah yang ada, misalnya di Halmahera, lihatlah yang ada di Rote, lihatlah yang ada di Wamena. Itu baru kita bisa membangun sistem apa, aplikasi apa yang harus kita bangun agar ada standardisasi. Ada sebuah standar kualitas, yang enggak usah sama, mirip-mirip dan memudahkan guru, memudahkan murid pelajar-pelajar kita dalam belajar,” pinta Jokowi.

Untuk itu, menurut Jokowi, review penyesuaian kurikulum besar-besaran harus dilakukan. Karena dunia sudah berubah sangat cepat. Ilmu pengetahuan dan keterampilan sekarang ini mudah sekali usang. “Oleh karena itu harus di-update, jangan terlambat. Kurikulum pun jangan kaku, harus fleksibel sejalan dengan perubahan-perubahan dunia yang kita alami,” kata Jokowi.

Jokowi pun meminta agar Nadiem membuat sebuah sistem aplikasi yang bisa mempercepat peningkatkan pemerataan kualitas guru dan pendidikan. Harapannya aplikasi itu dapat dirasakan oleh murid-murid di seluruh Indonesia. “Manfaatkan teknologi digital untuk memperluas, mempercepat dan memudahkan akses pelayanan di bidang pendidikan maupun di bidang kesehatan. Agar semuanya dipermudah dengan teknologi digital,” kata Jokowi. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post