Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Jokowi Ingin Produksi Kelapa Sawit Indonesia Meningkat

Presiden Joko Widodo saat membuka "14th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC)" di Sofitel Nusa Dua Beach Resort, Bali, Senin (29/10/2018). (Foto: BPMI)

Presiden Joko Widodo ingin agar produksi kelapa sawit bisa terus bertumbuh. Ia juga meyakini bahwa kelapa sawit turut berperan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDG's), sesuai dengan tema IPOC di 2018 ini.

NUSA DUA – KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka "14th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2019 Price Outlook" di Sofitel Nusa Dua Beach Resort, Bali, Senin (29/10/2018).

Dalam Kesempatan itu, Jokowi menitipkan lima hal terkait kelapa sawit. Pertama, agar memaksimalkan kemajuan teknologi untuk praktik keberlanjutan industri kelapa sawit. Sebagai contoh, biji kelapa sawit harus terus dikembangkan dengan teknologi supaya tahan hama dan berbuah lebih banyak.

"Ini penting supaya yang namanya sawit tidak terus dikritik dari LSM, kiri-kanan, atas-bawah, depan semuanya mengkritik ini. Betul-betul soal keberlanjutan lingkungan itu diperhatikan," katanya.

Kedua, Jokowi ingin agar peremajaan kebun kelapa sawit dipercepat. Dirinya menegaskan tidak ingin melihat atau mendengar prosedur yang diperlukan para petani kelapa sawit terlalu berbelit-belit. "Cek prosedurnya betul. Kalau terlalu banyak coret semua, satu saja cukup prosedur itu. Yang penting sampai ke petani, yang penting juga peremajaan itu bisa segera dilaksanakan. Karena kita ingin dengan peremajaan sawit ini kesejahteraan petani kebun sawit rakyat bisa kita tingkatkan," tegasnya.

Ketiga, Jokowi menyampaikan perlunya peningkatan ekspor bagi para pelaku usaha. Presiden memandang bahwa ekspor kelapa sawit ini memiliki potensi yang besar untuk ekonomi Indonesia dalam memperoleh devisa. "Tadi disampaikan oleh Pak Ketua, sekarang sudah mencapai USD21 miliar. Itu kalau dirupiahkan berapa triliun? 300-an triliun lebih. Ini angka yang sangat besar," lanjutnya.

Masih terkait ekspor, Jokowi juga memandang pentingnya mengembangkan pasar untuk memasarkan kelapa sawit di mancanegara. Ia berharap para produsen kelapa sawit mulai melirik pasar-pasar nontradisional, seperti Pakistan, Bangladesh, Iran, dan Afrika, bukan hanya Uni Eropa dan India. (bas)

Sumber BPMI

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post