Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Jokowi: Enggak Mungkin Saya Melarang Azan dan Menghapus Pendidikan Agama

Presiden Jokowi menghitung sertifikat yang diterima warga saat penyerahan 2.500 sertifikat hak atas tanah, di GOR Sihabudin, Pangkal Pinang, Babel, Kamis (14/3) siang. (Foto: Rahmat/Humas Setkab)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Karena itu, tidak mungkin azan dilarang, pendidikan agama dihapus, apalagi melegalkan perkawinan sejenis.

BANGKA-KABARE.ID: “Negara kita ini adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita ini juga punya norma – norma agama, norma – norma kesusilaan, tata krama sopan santun, ya siapapun presidennya ga mungkin berani melakukan itu,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan sertifikat hak atas tanah di Gelanggang Olahraga (GOR) Sahabudin, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (14/3) siang.

Karena itu, Jokowi meminta kepada siapapun, jangan membuat berita bohong (hoax) yang membuat masyarakat resah. “Marilah kita menggunakan pemikiran kita, rasionalis kita. Ini engga mungkin, jangan kemakan (hoax),” serunya.

Presiden juga mengungkit isu dirinya sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal, menurutnya, ia baru lahir tahun 1961, sementara PKI dibubarkan tahun 1965-1966. “Berarti umur (saya) baru 4 tahun, masih balita, enggak ada PKI balita, itu enggak ada, jangan kemakan isu-isu seperti itu,” ujarnya.

Menurut Jokowi, memasuki bulan politik, banyak sekali kabar-kabar fitnah. Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan kondisi tersebut. “Marilah kita menggunakan pemikiran akal sehat kita untuk melihat hal-hal seperti ini, saya titip itu aja. Jangan sampai memecah-belah kita semuanya, karena kabar bohong kabar hoaks, kabar fitnah, yang banyak sekali di media sosial,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan kembali bahwa aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. “Ukhuwah baik, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah kita. Inilah yang harus kita jaga bersama-sama,” pungkasnya. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post