Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Jokowi Dorong Pelaku Usaha Mengaktifkan Program Industrialisasi

Presiden Jokowi di acara CEO Networking 2018 di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Senin (3/12/2018). (Foto: BPMI)

Impor Indonesia di sektor migas masih menjadi salah satu penyumbang defisit terbesar bagi transaksi negara. Menurut Jokowi, tak ada cara lain bagi Indonesia untuk menyelesaikan persoalan defisit ini selain dengan menempuh industrialisasi dan hilirisasi industri.

JAKARTA-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong para pelaku usaha untuk aktif menjalankan program industrialisasi dan hilirisasi.

"Kuncinya memang kita tahu dari dulu, industrialisasi dan hilirisasi. Kita tahu itu, tapi eksekusi lapangannya yang tidak pernah kita kejar. Ini yang saya kejar terus," ujarnya saat berbicara dalam acara CEO Networking 2018 di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, pada Senin, 3 Desember 2018.

Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang sangat melimpah. Salah satunya mineral bauksit yang tiap tahunnya diekspor sebanyak jutaan ton dengan harga kurang lebih USD35 per ton.

Namun, di saat yang sama, pabrik-pabrik aluminium dalam negeri harus mengimpor ratusan ribu ton alumina yang tidak lain merupakan merupakan produk olahan (hilir) dari bauksit. Hal ini menjadi salah satu penyebab defisitnya transaksi berjalan Indonesia.

"Kalau kita sejak dulu membangun industri alumina, maka impor tidak perlu terjadi. Beratus-ratus ribu ton dan tentu saja pengaruhnya terhadap defisit transaksi berjalan kita," kata Jokowi.

Hal yang sama juga terjadi di komoditas batu bara. Tiap tahunnya, kurang lebih 480 juta ton batu bara mentah diekspor Indonesia. Padahal, dengan pengolahan yang tepat, batu bara dapat diolah menjadi LPG yang tentu bisa meningkatkan nilai tambah dan mengurangi impor nasional. "Padahal kita tahu, kita impor yang namanya LPG itu 4 juta ton setiap tahunnya," ujarnya.

Diketahui, impor Indonesia di sektor migas masih menjadi salah satu penyumbang defisit terbesar bagi transaksi negara. Menurut Jokowi, tak ada cara lain bagi Indonesia untuk menyelesaikan persoalan defisit ini selain dengan menempuh industrialisasi dan hilirisasi industri. "Menyelesaikannya memang harus hilirisasi, enggak ada yang lain," tandasnya.

 

Sumber BPMI

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post