Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Jokowi Dapat Gelar Adat dari LAM Riau

Presiden Joko Widodo saat menerima kedatangan Lembaga Adat Melayu Riau di Istana Negara Jakarta. (Foto: BPMI)

Presiden Joko Widodo direncanakan untuk mendapatkan penabalan gelar adat Datuk Seri Setia Amanah Negara dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

JAKARTA-KABARE.ID: Ketua Umum LAM Riau, Datuk Seri H. Al Azhar mengatakan bahwa lembaga adat telah bersepakat untuk memberikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan memberikan gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara.

“Datuk Sri Setia Amanah Negara berarti bahwa beliau adalah seorang petinggi yang berseri-seri, bercahaya, untuk memegang amanah negara yang dibebankan kepada beliau," ujar Azhar di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Saat menerima perwakilan dari LAM Riau di Istana Merdeka, Jokowi terlebih dahulu menjalani prosesi adat tepak sirih. Prosesi tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan persetujuan dari Presiden mengenai kesediaan menerima pemberian gelar adat.

Sejumlah pertimbangan diberikan oleh LAM Riau sebelum memutuskan untuk memberikan gelar adat tersebut kepada Presiden Jokowi.

Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM RIAU, Datuk Seri Syahril Abu Bakar, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa pertimbangan pertama ialah mengenai kebijakan Jokowi mengenai penanggulangan asap kebakaran hutan dan lahan di Sumatera.

Syahril menjelaskan, lebih kurang 17 tahun lamanya masyarakat adat Melayu Riau dan masyarakat Riau pada umumnya didatangi oleh asap. Kemudian Jokowi mengambil kebijakan bahwa jangan ada lagi asap antara lain di Provinsi Riau.

“Alhamdulillah sudah 3 tahun terakhir ini sebagaimana yang semua kita ketahui asap sudah tidak ada lagi di negeri kami," ujarnya.

Kemudian, kebijakan Jokowi mengenai pengelolaan ladang minyak dan gas di Blok Rokan juga diapresiasi oleh LAM Riau.

Saat ini pengelolaan Blok Rokan telah kembali dikuasai Indonesia dan dapat dinikmati oleh pemerintah daerah Riau. Sebelumnya, blok tersebut dikuasai dan dikelola oleh Chevron sejak tahun 1924. (bas)

Sumber BPMI

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post