Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
NASIONAL

Jokowi Blusukan ke Pasar Bogor

Presiden Joko Widodo (kiri), didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya (tengah), berbincang dengan pedagang tempe di Pasar Bogor. (Foto: BPMI)

Setelah blusukan di Pasar Bogor, Jokowi mengungkapkan bahwa harga di pasar stabil. Ia menghimbau jangan sampai ada yang teriak di pasar harga mahal-mahal. Karena dikhawatirkan membuat masyarakat enggan datang ke pasar, sehingga lebih memilih pergi ke supermarket.

BOGOR-KABARE.ID: Presiden Joko Widodo blusukan ke Pasar Bogor yang berlokasi di Jalan Roda, Kota Bogor, Selasa malam, 30 Oktober 2018. Blusukan ke pasar tradisional ini dilakukan Presiden di luar agenda kerja.

Tiba sekira pukul 21:57 WIB, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengenakan kemeja putih lengan panjang langsung masuk ke dalam pasar. Ia kemudian menghampiri pedagang sayuran dan berbincang-bincang.

Setelah itu Jokowi mengunjungi jongko pedagang lainnya satu per satu, mulai dari pedagang buah, tempe, hingga ayam.

Kepada para pedagang Jokowi menanyakan kondisi harga komoditas yang mereka jual karena ingin mengetahui langsung serta memastikan harga-harga bahan pokok di pasar stabil.

"Saya hanya ingin pertama karena kalau kita melihat angka-angka inflasi itu kan dibawah 3,5 (persen) artinya harga itu stabil dan tadi saya lihat memang beberapa ada penurunan," kata Jokowi seusai peninjauan.

Presiden Joko Widodo berbincang dengan pedagang sayuran saat blusukan ke Pasar Bogor, Selasa (30/10/2018). (Foto: BPMI)


Beberapa komoditas yang harganya turun, menurutnya antara lain sawi hijau dari Rp8.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, kemudian buncis dari biasanya Rp16.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

Namun ada juga komoditas yang mengalami kenaikan, misalnya alpukat dari Rp20.000 menjadi Rp25.000 dan ayam potong dari Rp30.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.

"Kalau suplai sedikit otomatis harganya naik sedikit. Saya kira dalam perdagangan adalah sesuatu yang biasa," ujarnya.

Jokowi melihat bahwa kondisi harga-harga di pasar ini sejalan dengan kondisi makro ekonomi, terutama berkaitan dengan besaran inflasi. Dengan kondisi harga yang relatif stabil ini, Presiden berharap tidak ada pihak-pihak yang berkata sebaliknya.

"Inflasinya stabil, harga di pasar juga stabil. Jadi jangan sampai ada yang teriak di pasar harga mahal-mahal. Nanti ibu-ibu di pasar marah, nanti enggak ada yang datang ke pasar, larinya ke supermarket, ke mal," tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan bila terjadi lonjakan harga bahan pokok maka dirinya akan langsung memerintahkan Menteri Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga. Meski demikian, Jokowi tidak memungkiri jika menyeimbangkan harga antara petani atau peternak dengan konsumen bukanlah perkara mudah. (bas)

Sumber BPMI

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post