Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Komunitas

Johnson & Johnson Indonesia Bangun Posyandu di Dusun Randusongo

Perwakilan Johnson & Johnson Indonesia dan Habitat for Humanity Indonesia berfoto bersama para petinggi Dusun Randusongo, di depan Posyandu Johnson’s® ‘Sentuhan Cinta’, 26 Juni 2019. (dok. Johnson)

Johnson & Johnson Indonesia membangun Posyndu di Dusun Randusongo, Desa Kesambenkulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

JAKARTA-KABARE.ID: Johnson & Johnson Indonesia mengumumkan hasil program kampanye Johnson “Sentuhan Cinta” yang telah berjalan sejak April 2019 – 31 Mei 2019. Melalui program ini, Johnson telah menyelenggarakan edukasi pelatihan pijat bayi, agar tumbuh kembang maksimal, di 15 kota di Indonesia.

Dalam program ini, Johnson juga bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia, Alfamart, dan Shopee Indonesia untuk membangun Posyandu di Dusun Randusongo, Desa Kesambenkulon, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

“Program yang telah berjalan selama dua bulan ini mendapat dukungan dari lebih dari 145 ribu orangtua, khususnya para ibu di seluruh Indonesia,” ujar Presedir Johnson & Johnson Indonesia, Lakish Hatalkar, di Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Lebih lanjut, Lakis menjelasakan bahwa seluruh donasi yang terkumpul telah diserahkan kepada Habitat for Humanity Indonesia untuk membangun Posyandu di Dusun Randusongo. “Kami berharap orangtua di wilayah tersebut dapat memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan dan memantau kesehatan bayi mereka dengan mudah,” tandasnya.

Peresmian Posyandu Johnson’s® ‘Sentuhan Cinta’ yang dilakukan di Jakarta. Kiri-kanan: Amanda PR PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Christine Balingit Marketing Director PT Johnson & Johnson Indonesia, Lakish Hatalkar President Director PT Johnson & Johnson Indonesia, Susanto Samsudin National Director Habitat for Humanity Indonesia, dan Daniel Minardi Head of Brands Management Shopee Indonesia. (dok. Johnson)


Sementara itu, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Susanto Samsudin menjelaskan alasan kenapa memilih membangun Puskesmas di Dusun Randusongo.

“Di Dusun Randusongo, ada 20 persen keluarga pra sejahtera dengan pendapan rata-rata 30 ribu per hari. Di sana akses air bersihnya kurang, sanitasi buruk dan fasilitas kesehatan juga belum memadai,” ujar Samsudin.

Kondisi ini, jelas dia, bisa mengakibatkan tingginya kasus diare di daerah tersebut. Seperti diketahui, diare adalah penyakit yang bisa menyebabkan anak kekurangan gizi (stunting), karena nutrisi yang masuk akan keluar semua.

“Kami percaya kehidupan dimulai dari keluarga. Dari pemukiman yang layak, memberikan rasa aman dan tempat untuk tumbuh dengan baik. Kami percaya keluarga yang sehat akan membangun komunitas yang kuat, dan komunitas yang kuat akan membangun negara yang kuat,” tandasnya. (bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post