Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Pendidikan

Jemukti, Pembasmi Jentik Nyamuk dari Limbah Kulit Jeruk Nipis

Jemukti, pembasmi jentik nyamuk dari limbah kulit jeruk nipis. (dok. Unpad)

Selain menekan angka penyakit DBD, Jemukti bisa menjadi solusi untuk mengurangi limbah kulit jeruk.

JAKARTA-KABARE.ID: Sekelompok mahasiswa Universitas Padjadjaran berhasil mengubah limbah kulit jeruk nipis menjadi produk pembasmi jentik nyamuk.

Produk bernama “Jemukti” atau Jentik Nyamuk Mati itu dikembangkan oleh Muhamad Imam Muhajir (FMIPA), Ajar Faflul Abror (FMIPA), Regi Admar Yusup (FMIPA), Sandi Sudjatmiko (FISIP), dan Diani Citra Ayu (Fikom) dengan dosen pembimbing Dr. Euis Julaeha, M.Si.

Sesuai dengan namanya, Jemukti merupakan obat yang fokus untuk membasmi anak nyamuk atau jentik. Obat ini bukan berbentuk serbuk, melainkan menggunakan teknologi effervescent.

Lewat teknologi itu, konsumen tidak perlu repot membubuhkan obat ke berbagai genangan air. Cukup dengan mencelupkan tablet effervescent, secara otomatis obat akan melarut dalam air.

Jemukti menggunakan bahan alami berupa kulit jeruk nipis. Bahan ini diklaim lebih aman dari produk sejenis yang cenderung menggunakan produk sintetis. Dengan demikian, Jemukti memberikan jaminan bahwa produk ini hanya mengakibatkan dampak yang minor apabila air yang sudah tercampur produk tertelan oleh manusia.

Pengembangan produk Jemukti diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Unpad untuk kategori Kewirausahaan. Saat ini, tim PKM-K “Jemukti” berhasil mendapat pendanaan dari Kemenristekdikti. (*)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post