Monday 8 May 2015 / 22:03
  • -
Wisata_Kuliner

Jeen Womom, Tempat Para Penyu Langka Berserah Diri

Foto: Kemenpar RI

Taman Pasir Jeen Womom di Papua Barat menyimpan daya tarik magis yang membuat siapapun betah untuk tinggal. Tak terkecuali bagi para induk penyu belimbing (Dermochelys coriacedi), salah satu binatang terlangka di dunia.

PAPUA-KABARE.ID: Bagi hewan yang tercatat oleh World Fund For Nature (WWF) berjumlah hanya 1.240 di dunia sepanjang 2017 itu, pesisir pantai Jeen Womom adalah surga dan rumah mereka berserah diri memanjangkan keturunan.

Faktanya, Taman Pasir Jeen Womom yang melingkupi pesisir Jamursba Medi (Jeen Yessa) dan Warmon (Jeen Syuab) di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat merupakan satu-satunya lokasi tempat penyu belimbing bertelur.

Jeen Womom memang menduduki posisi ketiga di dunia sebagai lokasi yang dihuni penyu belimbing terbanyak setelah Papua Nugini dan Kostarika. Namun, penyu belimbing di Jeen Womom kabarnya hanya berjenis kelamin betina. Konon, penyu betina itu memilih Tambrauw sebagai lokasi bertelurnya karena memiliki pasir yang lembut.


Sebuah batu karang raksasa yang disebut Batu Penyu di dalamnya menandai habitat penyu belimbing itu. Uniknya, bentuk batu tersebut memang menyerupai penyu.

Bagian tengah batu karang raksasa ini melengkung, mirip dengan punggung penyu. Sedangkan di bagian paling muka yang menghadap langsung ke laut, batu itu memiliki ujung layaknya kepala kura-kura raksasa.

Batu penyu menjadi ikon mitos Jeen Womom. Keberadaannya menuai beragam tafsir. Ada yang menganggap batu Penyu adalah jelmaan, ada juga yang beranggapan ini alamiah terjadi karena kikisan air laut. Namun yang jelas batu itu adalah penanda dan saksi bisu lahirnya ratusan tukik belimbing dari perut pasir menuju habitat mereka, laut.


Penyu yang bertelur di Jeen Womom berjumlah lebih dari 200 ekor dalam kurun waktu setahun. Biasanya mereka berusia 15 – 30 tahun dan membutuhkan waktu 6 bulan untuk melepas para tukik.

Sebelum dilepas, induk penyu akan menggali lubang besar dengan kedalaman mencapai 1 meter. Di sanalah, mereka menyembunyikan para tukik dari serangan predator.

Setelah itu, induk penyu akan kembali ke lautan Pasifik untuk berburu makanan serta bereproduksi. Induk penyu akan kembali ke perairan Tambrauw dalam keadaan hamil. Dibutuhkan waktu 6 bulan bagi induk penyu berenang ke Tambrauw. (rls/bas)

Baskoro Dien

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTAR

Popular Post